Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dakwah Muhammadiyah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Purifikasi Dan Tajdid Pada Aktivitas Keagamaan Di Lingkungan Kota Prabumulih Rahmatan Lil Alamin; Mukayat Al Amin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7030

Abstract

Dakwah Muhammadiyah merupakan perwujudan gerakan Islam untuk menganalisis implementasi dakwah Muhammadiyah di Kota Prabumulih melalui tiga pilar utama: Amar Ma'ruf Nahi Munkar, penyucian, dan pembaharuan. Dakwah Muhammadiyah di daerah ini menunjukkan dinamika unik yang sejalan dengan perkembangan sosial-religius masyarakat perkotaan yang terus berubah. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi lapangan, analisis dokumen, dan wawancara dengan para pemimpin, penceramah, dan anggota organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Amar Ma'ruf Nahi Munkar diwujudkan melalui penguatan kegiatan studi agama, pengembangan moral, pelayanan sosial, dan advokasi moral masyarakat yang menekankan pentingnya etika agama dalam lingkup sosial. Gerakan purifikasi tercermin dalam upaya menyucikan iman dan ibadah melalui pendidikan agama yang sistematis, penghapusan praktik-praktik takhayul, inovasi, dan takhayul, serta penguatan literasi Al-Quran dan Sunnah. Sementara itu, tajdid (pembaruan) diimplementasikan melalui pengembangan amal kebajikan, inovasi dalam metode dakwah digital, dan adaptasi kelembagaan untuk menghadapi tantangan modernitas. Kegiatan dakwah Muhammadiyah di Prabumulih telah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk masyarakat Islam yang progresif, moderat, dan responsif terhadap masalah-masalah sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara penyucian dan tajdid merupakan landasan penting untuk menjaga relevansi dakwah di era kontemporer. Dengan demikian, dakwah Muhammadiyah di Prabumulih tidak hanya menjalankan misi keagamaan, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang memperkuat nilai-nilai kesopanan publik dan pembaharuan masyarakat.
Konsep Ketuhanan dalam Al-Qur’an dan Implementasinya dalam Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari Nora Elmirna; Mukayat Al Amin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketuhanan dalam Al-Qur’an serta menganalisis implementasinya dalam pembentukan sikap toleransi dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an memuat nilai-nilai ketuhanan yang menekankan keesaan Allah, keadilan, kasih sayang, dan larangan memaksakan keyakinan, yang secara langsung berkontribusi terhadap terciptanya sikap keberagamaan yang inklusif dan humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tekstual terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan tauhid, kebebasan beragama, keadilan, dan hubungan antarumat beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid tidak hanya bermakna pengakuan terhadap keesaan Tuhan, tetapi juga mencakup pengembangan akhlak sosial seperti menghormati perbedaan, menahan diri dari tindakan ekstrem, serta menjunjung nilai keadilan dalam interaksi sosial. Implementasi nilai ketuhanan ini dalam kehidupan sehari-hari terlihat melalui perilaku menghargai hak beragama orang lain, menghindari ujaran kebencian, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap konsep ketuhanan dalam Al-Qur’an dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun moderasi beragama dan memperkuat harmoni sosial dalam masyarakat multikultural
UPAYA PEMBENTUKAN NILAI AGAMA ANAK RA UMMUL QURO WIJAYA MELALUI KEGIATAN MANASIK HAJI CILIK muhammad fahrul roji nasution; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10537

Abstract

This research was conducted at RA Ummul Quro Wijaya in Percut Sei Tuan District. This research discusses the role of Hajj simulation activities in shaping the religious values of early chilhood. This research aims to determine the role of the Hajj simulation activity on children’s religious values at RA Ummul Quro Wijaya. This research uses descriptive qualitative research involving two teachers. Data was collected thru interviews, observations, and documents. The data was analyzed qualitatively thru data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the results of this study, it shows that the positive impacts observed from this Hajj simulation activity are that children are able to learn about the fifth pillar of Islam, children are able to perform the pillars of Hajj, children are able to learn about religion from an early age, and this will accustom children to doing good deeds. The Hajj ritual activity in shaping religious values in children is also influenced by supporting and hindering factors.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBIASAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMKN 1 POGALAN Wahyu Widyatama; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10686

Abstract

This study aims to describe the formation of students' religious character and religious activities at SMK Negeri 1 Pogalan. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data sources consist of both primary and secondary data. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation. The results of this study indicate that the formation of students' religious character through the habituation of religious activities at SMK Negeri 1 Pogalan begins with classroom learning, providing material based on the curriculum, syllabus, and lesson plans (RPP), which is then implemented through routine religious practices. These religious activities include cultivating the 5S culture (Salam / Greeting, Senyum / Smiling, Sapa / Courteous Addressing, Sopan / Politeness, Santun / Manners), congregational Dhuha prayer, reciting the Al-Qur'an before starting lessons and praying at the end of lessons, congregational Zuhur prayer, Friday prayer, Friday almsgiving (Infaq), "Healthy and Clean Friday" programs, the Commemoration of Islamic Holidays (PHBI), and the Pesantren Kilat (intensive Islamic boarding school program) during Ramadan.
IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAAN DALAM AL-QUR’AN PADA INTERAKSI GURU DAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ULUIWOI Ulfa Rahma; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11318

Abstract

This study aims to examine the humanistic values in the Qur’an that are relevant to educational interaction, their implementation in teacher student interaction, and the factors influencing their application at SMP Negeri 1 Uluiwoi. This research employed a qualitative approach with a descriptive analytical method. Data were collected through observation, in depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the dominant Qur’anic humanistic values in educational interaction include respect for human dignity, justice, compassion and empathy, as well as moral responsibility and exemplarity. These values have been implemented in a relatively humanistic and dialogical manner in both classroom and school interactions, although their application has not been entirely consistent in certain situations. Supporting factors include teachers’ religious understanding and a conducive school culture, while inhibiting factors involve time constraints, teachers’ administrative workload, and students’ social environments. This study underscores that integrating Qur’anic humanistic values into educational interaction is essential for strengthening character education within the framework of Islamic education.
Penguatan Empat Pilar Kesalehan Melalui Program Tarbiyah di SMP Islam Terpadu Al Uswah Banyuwangi Nurul Hidayat; Mukayat Al Amin
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4655

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter Islami melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan Islam. Fokus penelitian ini adalah penguatan Empat Pilar Kesalehan: iman, ilmu, amal, dan akhlak melalui pelaksanaan program tarbiyah di SMP Islam Terpadu Al Uswah Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan program tarbiyah serta perannya dalam membentuk kesalehan guru dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kegiatan tarbiyah yang dilaksanakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tarbiyah dilaksanakan secara sistematis melalui pembinaan ruhiyah, penguatan keilmuan, pembiasaan amal ibadah dan sosial, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Program tarbiyah tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran beriman, budaya belajar, kepedulian sosial, dan perilaku berakhlak Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program tarbiyah berperan strategis dalam mengintegrasikan Empat Pilar Kesalehan sebagai fondasi pembentukan karakter Islami di SMP Islma Terpadu Al Uswah Banyuwangi.