Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Telaah Literatur: Kesehatan Mental pada Pekerja Hospitality dan Implikasinya terhadap Employee Wellbeing Verica Sofie Putibungsu; Leni Anjani; Puspita Sari; Rr. Setyawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7345

Abstract

Industri hospitality merupakan sektor jasa yang memiliki karakteristik kerja dengan tuntutan emosional, kognitif, dan fisik yang tinggi. Intensitas interaksi dengan pelanggan, jam kerja tidak menentu, beban kerja berlebih, serta ketidakamanan kerja menjadikan pekerja hospitality kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Kondisi ini berimplikasi langsung terhadap employee well-being. Meskipun demikian, perhatian organisasi masih cenderung berfokus pada kinerja dan efisiensi, sementara kesehatan mental pekerja kerap diposisikan sebagai alat produktivitas semata, bukan sebagai nilai intrinsik dan hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kondisi kesehatan mental pekerja hospitality serta implikasinya terhadap employee well-being, dengan menempatkan kesehatan mental sebagai hak fundamental dan bagian dari martabat manusia dalam dunia kerja. Dan mengidentifikasi faktor-faktor kerja yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental. Literature Review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang membahas kesehatan mental, employee well-being, dan konteks industri hospitality. Literatur dikumpulkan dari sumber akademik kredibel dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, dan temuan kunci. Pekerja hospitality menghadapi risiko tinggi terhadap stres kerja, burnout, job insecurity, dan emotional labor yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak negatif pada berbagai dimensi employee well-being, termasuk kesejahteraan psikologis, work–life balance, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Temuan juga menegaskan pentingnya peran kebijakan HR, dukungan psikologis, budaya kerja beretika, dan kepemimpinan yang berempati dalam menjaga kesehatan mental karyawan. Peningkatan employee well-being di industri hospitality memerlukan perubahan struktural di tingkat organisasi yang berpihak pada hak, martabat, dan kesejahteraan mental pekerja, guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, berkelanjutan, dan manusiawi.
Financial Tech and Verbal Sexual Harassment on TikTok: A Phenomenological Study on Mental Health Education for Female Digital Workers Verica Sofie Putibungsu; Rr Setyawati
EDOVA JOURNAL : Education for Nation Development Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Institution of Scientific Publishing and Publication of the Yayasan Dzaky Elmumtaz Qurani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of financial technology and social commerce has expanded employment opportunities for female TikTok live streaming hosts while simultaneously increasing their exposure to verbal sexual harassment, posing significant challenges to mental health and educational psychology. This study explored the emotional labor of female TikTok hosts in coping with verbal sexual harassment during live broadcasts. Using an interpretive phenomenological approach, data were collected through semi-structured interviews and digital documentation from four female TikTok hosts and analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. Five themes emerged: professionalism as a job demand, recurring verbal sexual harassment, displaying false amiability despite discomfort, emotional exhaustion caused by continuous emotion regulation, and adaptive coping strategies. The findings reveal that participants engaged in intensive emotional labor by suppressing negative emotions to maintain professionalism and secure their livelihoods, resulting in emotional dissonance. These findings provide empirical evidence for educational psychology and contribute to the development of mental health education frameworks that promote digital safety and psychological well-being among female workers in technology-driven workplaces