Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Buku Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan Lokal dan Digitalisasi (Pusaka) di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo Agustini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7391

Abstract

Artikel ini membahas PUSAKA (Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan dan Digitalisasi), sebuah model pengasuhan inovatif yang diimplementasikan di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo yang mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi digital untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini di rumah dan sekolah. Program ini terinspirasi oleh tiga prinsip Ki Hajar Dewantara, Asih, Asah, dan Asuh, dan dirancang untuk menyinergikan guru, pengasuh, dan orang tua dalam menumbuhkan tujuh kebiasaan inti anak-anak Indonesia: disiplin, kesehatan jasmani dan rohani, akhlak yang baik, kemandirian, kreativitas, keterampilan sosial, dan keseimbangan emosional. Studi ini dimulai dengan penilaian terhadap 40 orang tua, yang mengungkapkan bahwa sekitar 75% menerapkan pola pengasuhan otoriter, 10% permisif, dan 15% memiliki komunikasi yang tidak efektif, sementara 60% cenderung sepenuhnya mendelegasikan perkembangan anak kepada lembaga karena tuntutan pekerjaan. PUSAKA kemudian dikembangkan dengan mengintegrasikan konten budaya lokal seperti permainan tradisional, makanan daerah, dan semangat gotong royong ke dalam buku panduan pengasuhan yang dilengkapi dengan Kode QR yang terhubung dengan lagu, video, cerita rakyat, dan permainan digital berbasis GCompris yang dapat diakses bersama oleh orang tua dan anak di rumah. Selama enam bulan implementasi, hasil penilaian menunjukkan peningkatan pola pengasuhan positif hingga 75% dan pertumbuhan keterlibatan orang tua dari 40% menjadi 70%, disertai dengan perubahan perilaku yang terlihat pada anak-anak seperti kehadiran tepat waktu, doa teratur, antusiasme dalam aktivitas fisik, pengenalan makanan lokal, dan kemampuan untuk menceritakan kembali cerita moral. Komunikasi yang harmonis antara orang tua dan pengasuh menjadi lebih terjalin, dan praktik pengasuhan di rumah dan sekolah menjadi lebih selaras, memberikan anak-anak pengalaman belajar yang konsisten yang mencerminkan pengasuhan berkualitas yang berakar budaya dan didukung teknologi. Inovasi PUSAKA berpotensi untuk direplikasi di lingkungan pendidikan anak usia dini lainnya di Kota Gorontalo dan di seluruh Indonesia untuk mendukung pengembangan generasi muda yang cerdas, berkarakter baik, dan berwawasan sosial. Tujuan penelitian ini adalah model pengasuhan inovatif yang diimplementasikan di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo yang mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi digital untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini di rumah dan sekolah. Bahan dan metode Bahan Penelitian (Research Materials) bahan penelitian yang digunakan meliputi buku panduan pengasuhan PUSAKA, konten kearifan lokal, seperti: Permainan tradisional, Makanan daerah, Cerita rakyat, media digital berbasis QR Code, berisi lagu anak, video edukatif, cerita Pendidikan karakter, permainan digital (GCompris). penelitian ini menggunakan penelitia R&D dengan metode campuran (mixed methode) dan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) Hasil produk berupa model pengasuhan inovatif (PUSAKA). Diawali dengan analisis kebutuhan (assessment orang tua), dilanjutkan dengan pengembangan, implementasi, dan evaluasi model, bertujuan untuk perbaikan praktik pengasuhan dan pendidikan karakter. Kesimpulan model PUSAKA (Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan dan Digitalisasi) merupakan inovasi pengasuhan yang efektif dalam memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui sinergi antara orang tua, guru, dan pengasuh. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi digital yang ramah anak, berlandaskan prinsip Asih, Asah, dan Asuh Ki Hajar Dewantara, mampu menjawab permasalahan dominannya pola pengasuhan yang kurang tepat serta rendahnya keterlibatan orang tua dalam proses perkembangan anak. Implementasi PUSAKA selama enam bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pola pengasuhan positif dan keterlibatan orang tua, yang diikuti oleh perubahan perilaku anak ke arah yang lebih disiplin, religius, mandiri, sehat, serta memiliki keterampilan sosial dan keseimbangan emosional yang lebih baik. Selain itu, komunikasi antara orang tua dan pengasuh menjadi lebih harmonis, sehingga praktik pengasuhan di rumah dan di lembaga pendidikan menjadi lebih selaras dan konsisten.