Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Pemanfaatan Learning Management System Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Chairul Huda; Atika Sadariah Nasution; Intan Nur Fitriyani; Riszki Fadillah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong perguruan tinggi untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses belajar mahasiswa. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah Learning Management System (LMS), yang berfungsi sebagai lingkungan belajar digital untuk mengelola materi, tugas, diskusi, dan evaluasi pembelajaran. Namun, pemanfaatan LMS yang belum optimal serta rendahnya kemandirian belajar mahasiswa masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran digital. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa Institut Teknologi dan Kesehatan Ika Bina melalui pendampingan pemanfaatan LMS secara terstruktur dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan 100 mahasiswa sebagai peserta. Kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi pemanfaatan LMS, pendampingan teknis dan pedagogis, serta evaluasi dampak kegiatan. Pendampingan difokuskan pada optimalisasi penggunaan fitur LMS serta penguatan strategi belajar mandiri, seperti pengelolaan waktu, inisiatif belajar, dan tanggung jawab akademik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan pemanfaatan LMS memberikan dampak positif terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mengakses materi, mengelola tugas, dan berpartisipasi dalam diskusi daring. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam pengelolaan waktu belajar dan tanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan pemanfaatan LMS merupakan strategi yang efektif untuk mendukung pembelajaran digital dan pengembangan kemandirian belajar mahasiswa di perguruan tinggi.
Penguatan Literasi AI Guru dan Orang Tua Melalui Sosialisasi di Formal Interkultural Parama Putri Ramadani; Sentosa Pohan; Atika Sadariah Nasution
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1432

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menuntut guru dan orang tua memiliki literasi AI yang memadai agar mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijak. Berdasarkan hasil observasi, pemahaman guru dan orang tua di Formal Interkultural Parama Rantau Prapat mengenai konsep dasar, pemanfaatan, dan etika penggunaan AI masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai pemanfaatan AI melalui kegiatan sosialisasi. Metode pelaksanaan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perbandingan persentase pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan (gain score). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 37% pada pre-test menjadi 83,5% pada post-test, dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 46,5%. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi AI guru dan orang tua. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih aplikatif, khususnya mengenai etika, keamanan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Pengaruh Lingkungan Belajar Digital Berbasis Learning Management System Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Chairul Huda; Atika Sadariah Nasution; Aysyah Rengganis; Juni Purwanto
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2482

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan tinggi, khususnya dalam penerapan lingkungan belajar digital berbasis Learning Management System (LMS). LMS tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang mampu mendukung interaksi, pengelolaan pembelajaran, serta pengembangan kemandirian belajar mahasiswa. Kemandirian belajar merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21, yang menekankan kemampuan mengatur tujuan belajar, mengelola waktu, mengambil inisiatif, serta mengevaluasi proses belajar secara mandiri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar digital berbasis LMS terhadap kemandirian belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dengan LMS sebagai media utama pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap kualitas lingkungan belajar digital berbasis LMS serta tingkat kemandirian belajar. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas guna memastikan keakuratan pengukuran.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar digital berbasis LMS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Semakin baik kualitas lingkungan belajar digital yang dirasakan mahasiswa, semakin tinggi tingkat kemandirian belajar yang ditunjukkan, terutama pada aspek pengelolaan waktu, inisiatif belajar, dan tanggung jawab terhadap tugas akademik. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan LMS yang dirancang secara sistematis, interaktif, dan berorientasi pada pembelajaran mandiri dapat mendukung pengembangan kemandirian belajar mahasiswa secara optimal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi perguruan tinggi dan dosen dalam mengoptimalkan penggunaan LMS sebagai strategi pembelajaran digital yang efektif dan berkelanjutan.
Efektivitas Pendampingan Guru PAI Mengembangkan Konten Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SDIT Chairul Huda; Junaidi Junaidi; Suerni Suerni; Atika Sadariah Nasution
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3118

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pendampingan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan konten pembelajaran berbasis teknologi informasi di SDIT Sahabat Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang didukung data kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 5 guru PAI yang mengikuti enam sesi pendampingan. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kompetensi guru meningkat dari 48,2 menjadi 84,6 dengan peningkatan 36,4 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. = 0,000 (p < 0,05), sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,72 termasuk kategori tinggi. Selain itu, tingkat partisipasi guru mencapai 96% dan seluruh peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran digital berbasis Canva, Powtoon, Quizizz, serta RPP berbasis teknologi informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa program pendampingan efektif meningkatkan kompetensi guru dan dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran PAI di sekolah dasar.