Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sejarah Kononisasi Hingga Digitalisasi Hadis Fasthabiqul Ambiya Harahap; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri perkembangan metode penulisan hadis dari masa Nabi Muhammad ﷺ hingga era digital, dengan fokus pada praktik para muhaddisin dalam menyusun, mendokumentasikan, dan menyalurkan sunnah Nabi. Kajian ini menunjukkan bahwa transmisi hadis mengalami evolusi metodologis yang signifikan, mulai dari periwayatan oral yang terkontrol pada masa Nabi, catatan pribadi dan seleksi periwayat pada masa sahabat, kodifikasi awal dan verifikasi sanad pada periode tabi‘in, hingga kanonisasi kitab-kitab hadis utama yang menetapkan standar ilmiah dan epistemologis. Masa jumūd menandai fase pendalaman melalui syarḥ dan ḥāsyiyah tanpa inovasi besar, sedangkan era modern dan kontemporer menghadirkan transformasi digital yang memungkinkan penyebaran, analisis, dan akses hadis secara global melalui aplikasi, database, dan platform daring. Hasil penelitian menegaskan bahwa perkembangan metode penulisan hadis tidak hanya mencerminkan kontinuitas ilmu dan validitas epistemologis, tetapi juga adaptasi terhadap konteks sosial, budaya, dan teknologi pada setiap periode sejarah, sehingga sunnah Nabi ﷺ tetap relevan, autentik, dan dapat dijadikan pedoman moral, sosial, dan keilmuan bagi umat Islam di setiap zaman.
Perkembangan Media Edukasi Hadis dari Tradisi Lisan ke Era Digital Aliyah Husna Ritonga; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 2 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i2.11166

Abstract

This study examines the evolution of hadith educational media from the classical era to the digital age. By employing a qualitative method with a content analysis approach, this research aims to: (1) define the concept of hadith educational media, (2) describe its forms in the classical period, (3) explain its development in the modern era, and (4) analyze the challenges and opportunities of digital hadith media. The findings reveal that classical media such as oral transmission (sama’), manual writing on scrolls (shahifah), and the use of the pulpit (mimbar) relied on direct teaching, memorization, and physical artifacts to preserve and transmit hadith. In the modern period, media have expanded to include print, electronic, digital, interactive, and visual formats, enabling wider dissemination and more engaging learning experiences. However, the digital era brings challenges, including the spread of fabricated hadith (maudhu’), low digital literacy, commercialization of religious content, and a lack of scholarly oversight. Opportunities identified include broader access to authentic sources, innovative da’wah methods, youth involvement in digital preaching, digital preservation of manuscripts, and global academic collaboration. The study concludes that while digital transformation offers significant potential for Islamic education, it must be accompanied by scholarly verification, ethical guidance, and integration with classical learning traditions to ensure the integrity and authenticity of hadith transmission.
Pemanfaatan Hadis Sebagai Konten Media Sosial Guna Memperkuat Strategi Komunikasi Dakwah Fera Tamia; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4676

Abstract

 Perkembangan media digital telah menggeser pola penyebaran hadis dari tradisi kitab ke media sosial, yang menimbulkan isu krusial seperti maraknya konten hadis tanpa sanad, potensi penyebaran hadis palsu (maudhu'), dan komodifikasi agama untuk kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan hadis sebagai konten digital pada platform Instagram dan TikTok serta dampaknya terhadap validitas dan pemahaman keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui studi literatur (kajian pustaka) dan dokumentasi konten dari akun-akun dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: memfasilitasi akses dakwah yang luas dan kreatif, namun di sisi lain banyak konten hadis yang tidak memenuhi standar ilmiah seperti ketiadaan sanad, sumber rujukan, dan penjelasan kontekstual, sehingga berisiko menyebabkan kesalahpahaman dan reduksi otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam. Temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital keagamaan dan penerapan prinsip verifikasi (takhrij) dalam produksi dan konsumsi konten keagamaan di ruang digital.