Fitrah Saputri Syahrul
Universitas Muhammadiyah Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Sensori Dan Kemandirian: Pengalaman Guru Dan Anak Dalam Pembelajaran Di Sentra Bahan Alam Dengan Tema “Sekolahku” Fitrah Saputri Syahrul; Musdalifah Musdalifah; Nurbaya Nurbaya; Rahmawati Rahmawati; Nurul Hikmah; Riri Jufita; Jovita Jovita; Kalbi Jafar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman guru dan anak dalam proses pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku", serta bagaimana interaksi tersebut berkontribusi terhadap kemandirian dan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Subjek penelitian melibatkan guru kelas dan peserta didik kelompok B di satu sekolah PAUD. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, dokumentasi aktivitas, dan analisis reflektif terhadap interaksi guru-anak selama kegiatan di sentra bahan alam. Temuan menunjukkan bahwa (1) Pengalaman Anak: Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa ingin tahu dan kemampuan pemecahan masalah saat membangun replika sekolah menggunakan media pasir, air, dan ranting. Interaksi sensori dengan bahan alam membantu anak memvisualisasikan konsep abstrak lingkungan sekolah menjadi bentuk konkret. (2) Pengalaman Guru: Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan "inviatasi" atau ajakan main yang memancing kreativitas. Tantangan utama guru adalah menjaga keseimbangan antara memberikan kebebasan eksplorasi dan melakukan manajemen kelas saat kondisi fisik lingkungan menjadi kotor/berantakan. (3) Melalui tema "Sekolahku", anak merasa lebih memiliki dan mengenali lingkungan belajarnya secara emosional. Pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku" efektif dalam membangun kemandirian anak. Sinergi antara kebebasan anak bereksplorasi dan bimbingan guru yang tidak otoriter menciptakan ekosistem belajar yang bermakna dan menyenangkan.