Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas Var. Ayamurasaki) DI DESA AJAKKANG KECAMATAN SOPPENG RIAJA KABUPATEN BARRU Musdalifah Musdalifah; Andi Siti Halimah; Nurhaedah Nurhaedah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 1 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i1.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk terhadap preferensi konsumen pada ubi jalar ungu di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dan dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu Desa Ajakkang, yang merupakan salah satu pemasaran ubi jalar di Desa Ajakkang. Responden ditentukan dengan metode accidental sampling yaitu 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis chisquare. Hasil analisis chisquer menunjukkan bahwa apakah terdapat pengaruh atribut produk terhadap preferensi konsumen pada ubi jalar ungu atau tidak terdapat pengaruh atribut produk terhadap preferensi konsumen pada ubi jalar ungu di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.Ubi jalar ungu yang menjadi preferensi konsumen di Desa Ajakkang adalah ubi jalar ungu yang mempunyai atribut: rasa manis, bentuk lonjong teratur, ukuran sedang, dan kebersihan kulit bersih.
Pengaruh Kinerja Beton Dengan Penambahan Serat Eceng Gondok Ditinjau Dari Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Musdalifah Musdalifah; Mustakim Mustakim; misbahuddin misbahuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton pada umur 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan rancangan mix design mutu rencana f’c 25 MPa, slump 75–100 mm, dan ukuran maksimum agregat 20 mm. Serat eceng gondok ditambahkan sebesar 1% dari berat semen dengan variasi panjang serat 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan benda uji silinder berukuran 15×30 cm sesuai SNI 03-1974-1990, sedangkan kuat lentur diuji pada benda uji balok 15×15×60 cm sesuai SNI 03-4431-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal, dengan penurunan terkecil pada panjang serat 1 cm (−2,25%) dan terbesar pada 3 cm (−9%). Sebaliknya, kuat lentur beton meningkat pada semua variasi, dengan peningkatan terbesar pada panjang serat 3 cm (+21,9%). Disimpulkan bahwa penggunaan serat eceng gondok dapat meningkatkan ketahanan lentur beton, tetapi berdampak negatif terhadap kekuatan tekan, sehingga pemilihan panjang serat harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi konstruksi.
Eksplorasi Sensori Dan Kemandirian: Pengalaman Guru Dan Anak Dalam Pembelajaran Di Sentra Bahan Alam Dengan Tema “Sekolahku” Fitrah Saputri Syahrul; Musdalifah Musdalifah; Nurbaya Nurbaya; Rahmawati Rahmawati; Nurul Hikmah; Riri Jufita; Jovita Jovita; Kalbi Jafar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman guru dan anak dalam proses pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku", serta bagaimana interaksi tersebut berkontribusi terhadap kemandirian dan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Subjek penelitian melibatkan guru kelas dan peserta didik kelompok B di satu sekolah PAUD. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, dokumentasi aktivitas, dan analisis reflektif terhadap interaksi guru-anak selama kegiatan di sentra bahan alam. Temuan menunjukkan bahwa (1) Pengalaman Anak: Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa ingin tahu dan kemampuan pemecahan masalah saat membangun replika sekolah menggunakan media pasir, air, dan ranting. Interaksi sensori dengan bahan alam membantu anak memvisualisasikan konsep abstrak lingkungan sekolah menjadi bentuk konkret. (2) Pengalaman Guru: Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan "inviatasi" atau ajakan main yang memancing kreativitas. Tantangan utama guru adalah menjaga keseimbangan antara memberikan kebebasan eksplorasi dan melakukan manajemen kelas saat kondisi fisik lingkungan menjadi kotor/berantakan. (3) Melalui tema "Sekolahku", anak merasa lebih memiliki dan mengenali lingkungan belajarnya secara emosional. Pembelajaran di sentra bahan alam dengan tema "Sekolahku" efektif dalam membangun kemandirian anak. Sinergi antara kebebasan anak bereksplorasi dan bimbingan guru yang tidak otoriter menciptakan ekosistem belajar yang bermakna dan menyenangkan.
Diversifikasi Produk Kopi Latimojong melalui Inovasi Kerupuk dan Selai Kopi sebagai Produk Pangan Lokal Alternatif Amri Amri; Amrul Demang; Ahmad Nabil; Muh Amir; Hasrul Sudirman; Muh Ilham; Puput Rahmadani; Nadjwa Latifha Sari; Musdalifah Musdalifah; Putri Ramadani; Astriani Annur
Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : P3HKI - Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jdm.v9i1.4666

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dua produk pangan alternatif berbasis kopi Arabika lokal melalui pembuatan kerupuk kopi dan selai kopi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Karangan pada 28 Agustus 2023 bersama mahasiswa KKN dan warga setempat. Pelaksanaan menggabungkan observasi lapangan, koordinasi dengan pelaku kopi lokal, demonstrasi dan praktik partisipatif, dokumentasi produk, serta promosi awal melalui media sosial. Evaluasi difokuskan pada bukti proses dan luaran melalui pengamatan langsung, verifikasi produk yang dihasilkan, dokumentasi foto, dan catatan lapangan kualitatif. Kegiatan menghasilkan dua prototipe terdokumentasi, yaitu kerupuk kopi dan selai kopi. Dokumentasi memperlihatkan tahapan persiapan bahan, pencampuran, penggilingan, dan pembentukan produk akhir. Promosi media sosial memunculkan respons kualitatif awal, tetapi jangkauan, transaksi, dan perubahan pendapatan tidak diukur. Dibandingkan dengan kegiatan diversifikasi kopi mutakhir, program ini memperkenalkan secara bersamaan pangan kering dan semi-padat berbasis kopi dengan pengolahan sederhana pada skala komunitas. Pengembangan selanjutnya memerlukan uji sensori, standardisasi formulasi, evaluasi keamanan pangan, perbaikan kemasan, analisis biaya, uji pasar, dan indikator usaha yang terukur.