Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REFORMASI TASAWUF DALAM KERANGKA MODERASI BERAGAMA: STUDI PEMIKIRAN BUYA HAMKA DAN K.H. ABDURRAHMAN WAHID Aina Noor Habibah; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; M. Sirojudin Alfin Abas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8426

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran dua tokoh intelektual Muslim Indonesia, Buya Hamka dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam merumuskan konsep moderasi beragama melalui reformasi tasawuf. Kedua tokoh ini merepresentasikan dua tradisi besar Islam Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang memiliki pendekatan berbeda namun sama-sama berorientasi pada moderasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif terhadap karya-karya utama kedua tokoh untuk menemukan titik temu dan perbedaan dalam upaya mereka mereformasi tasawuf sebagai instrumen moderasi beragama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, Hamka lebih purifikasionis sementara Gus Dur lebih akomodatif, keduanya sama-sama menekankan pentingnya tasawuf yang aktif, rasional, dan berorientasi pada keadilan sosial. Sintesis dari pemikiran keduanya menawarkan framework moderasi beragama yang komprehensif bagi Indonesia kontemporer yang menghadapi tantangan radikalisme, sekularisme, dan intoleransi.
Abdimas: Implementasi Wara' Tasawuf dalam Mediasi Konflik Antarwarga di Perdesaan Aina Noor Habibah; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; M. Sirojudin Alfin Abas
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i2.431

Abstract

Konflik antarwarga di wilayah perdesaan seringkali dipicu oleh persoalan sepele seperti perebutan aset bersama (tanah, jalan, air), gosip, atau persaingan ekonomi, namun dapat berkepanjangan dan merusak kerukunan sosial. Pendekatan mediasi formal atau hukum sering dianggap kaku dan tidak menyentuh akar budaya dan nilai-nilai masyarakat. Pengabdian masyarakat (abdimas) ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai wara’ dalam tasawuf yang menekankan kehati-hatian, menghindari syubhat (hal meragukan), dan meninggalkan hal yang tidak bermanfaat sebagai paradigma dan etika baru dalam mediasi konflik perdesaan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sedang mengalami konflik batas lahan antarrukun tetangga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan: (1) Pemetaan konflik dan identifikasi aktor, (2) Pelatihan nilai wara’ bagi tokoh adat dan pemuda sebagai calon mediator, (3) Fasilitasi mediasi berbasis prinsip wara’ (menghindari prasangka, ghibah, dan adu domba), dan (4) Pendampingan pascamediasi. Hasil menunjukkan bahwa paradigma wara’ berhasil menciptakan ruang dialog yang lebih tenang dan objektif. Para pihak yang berkonflik menunjukkan kesediaan untuk wara’ dari klaim absolut dan memilih jalan keluar yang sederhana dan adil. Kesepakatan damai berhasil dicapai dan diformalkan dalam berita acara desa. Diskusi menggarisbawahi bahwa nilai wara’ efektif meredam ego, mengurangi eskalasi emosi, dan mengembalikan fokus pada kemaslahatan bersama. Disimpulkan bahwa internalisasi etika wara’ dapat menjadi soft skill kritis bagi mediator lokal dan model resolusi konflik yang berkelanjutan berbasis kearifan spiritual Nusantara.