Risna Safitri
a:1:{s:5:"en_US";s:27:"Universitas Islam Indragiri";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMA Negeri 2 Enok Kabupaten Indragiri Hilir Risna Safitri; Suryani; Asmariani
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 2 Enok dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 2 Enok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian, strategi yang digunakan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru adalah pertama, memberikan peluang mengeksplorasi kemampuan dengan kegiatan MGMP. Kedua, menciptakan lingkungan kondusif dengan komunikasi terbuka dan transparan, pengembangan karakter, dan pemeliharaan fasilitas. Ketiga, membangun hubungan positif dengan keterbukaan dan komunikasi dua arah. Keempat, mendengarkan gagasan dan memberikan apresiasi dalam mendukung pengembangan potensi guru. Kelima, meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Keenam, memberikan reward dalam bentuk apresiasi dan kepercayaan. Ketujuh, mengevaluasi guru dengan menggunakan pendekatan humanis, Kedelapan, menyediakan pelatihan secara rutin. Kesembilan, melaksanakan supervisi terjadwal. Kesepuluh, memberikan umpan balik dengan menyediakan forum diskusi dan mengikut sertakan guru dalam refleksi. Adapun faktor pendukung dalam meningkatkan kinerja guru yaitu: Pertama, kenyamanan dan keterbukaan. Kedua, pengembangan professional berkelanjutan dengan mengadakan pelatihan. Ketiga, kecerdasan emosional, yaitu mampu memahami situasi, mampu menyelesaikan konflik, dan memberikan motivasi kepada guru. Sedangkat faktor penghambat yaitu: pertama, rendahnya motivasi kerja guru, kedua, keterbatasan anggaran, ketiga, fasilitas yang kurang memadai.