R. Zhapiratul Hayati
a:1:{s:5:"en_US";s:27:"Universitas Islam Indragiri";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di Madrasah Tsanawiyah Annahdatul Muhibbah Desa Bente Kecamatan Mandah Kabupaten R. Zhapiratul Hayati; Suryani; Nur Komariah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Annahdatul Muhibbah Desa Bente Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu: Pertama: kepala madrasah menetapkan tujuan supervisi secara spesifik dan terukur, kemudian mensosialisasikan tujuan dan prosedur pelaksanaan kepada seluruh guru untuk menciptakan suasana keterbukaan. Pelaksanaan supervisi dilakukan menggunakan instrumen yang objektif seperti lembar observasi dan rubrik penilaian, dengan fokus pada aspek-aspek penting dalam proses pembelajaran. Setelah observasi kelas, kepala madrasah memberikan umpan balik yang konstruktif secara individual kepada guru serta melanjutkannya dengan pelatihan dan workshop sesuai kebutuhan. Selain itu, dilakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan guru guna menilai dampak supervisi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Seluruh proses ini didokumentasikan dalam laporan tertulis yang berisi temuan, rekomendasi, serta tindak lanjut untuk memastikan kesinambungan program pembinaan guru dan sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan akademik madrasah. Kedua, Faktor pendukung adalah komunikasi yang terbuka antara kepala madrasah dan guru, kesadaran guru untuk terus belajar, dukungan yayasan dan komite sekolah, tersedianya instrumen supervisi yang memadai, serta lingkungan kerja yang kondusif dan kolaboratif. Faktor penghambat adalah keterbatasan waktu karena padatnya kegiatan madrasah, rasa tidak nyaman guru saat observasi, serta terbatasnya akses terhadap pelatihan eksternal, terutama bagi madrasah di daerah pedesaan. Meski demikian, melalui pendekatan yang komunikatif dan humanis dari kepala madrasah, serta semangat guru untuk terus belajar secara mandiri, kendala-kendala tersebut secara perlahan dapat diatasi.