Zainal Fanani
Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Monetisasi Data, Sentralisasi QRIS, dan Tantangan Integrasi Nilai Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Indonesia: (Data Monetization, QRIS Centralization, and the Challenge of Sharia Value Integration in Indonesia's Digital Payment System) Zainal Fanani; Bustanul Arifin; Fadwa Aly Elsayed Mohamed
Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Islamic Accounting, The Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute of Kediri [IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/al-muhasib.v5i1.2388

Abstract

Abstract: This study addresses key issues regarding data monetization, system centralization, and digital payment platform designs that may conflict with maqashid sharia principles such as justice ('adl), public benefit (maslahah), and protection from systemic harm (dlarar). The digital payment transformation in Indonesia through QRIS and digital rupiah has highlighted the dominance of the state and corporations in financial transaction infrastructures. This centralization raises ethical concerns that need to be examined within the framework of digital political economy and Sharia ethics. Using a qualitative approach, we critically analyze national policies, regulatory documents (e.g., PADG and BSPI 2025), and contemporary fiqh literature. The findings reveal that Indonesia's digital payment system lacks substantive integration with Sharia ethics, posing risks in access to justice, data ownership (milkiyah al-ma'lumat), and infrastructure monopoly. We recommend a "limited decentralization governance" model and new fatwas from DSN-MUI to align digital transactions with Islamic principles. This study underscores the urgency of reconstructing digital muamalah in the era of data-driven platform economies. Abstrak: Studi ini membahas isu-isu utama terkait monetisasi data, sentralisasi sistem, dan desain platform pembayaran digital yang mungkin bertentangan dengan prinsip-prinsip maqashid syariah seperti keadilan ('adl), kemaslahatan publik (maslahah), dan perlindungan dari bahaya sistemik (dlarar). Transformasi pembayaran digital di Indonesia melalui QRIS dan rupiah digital telah menyoroti dominasi negara dan korporasi dalam infrastruktur transaksi keuangan. Sentralisasi ini menimbulkan kekhawatiran etis yang perlu ditelaah dalam kerangka ekonomi politik digital dan etika Syariah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kami menganalisis secara kritis kebijakan nasional, dokumen peraturan (misalnya, PADG dan BSPI 2025), dan literatur fikih kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital Indonesia tidak memiliki integrasi substantif dengan etika Syariah, sehingga menimbulkan risiko dalam hal akses terhadap keadilan, kepemilikan data (milkiyah al-ma'lumat), dan monopoli infrastruktur. Kami merekomendasikan model “tata kelola desentralisasi terbatas” dan fatwa baru dari DSN-MUI untuk menyelaraskan transaksi digital dengan prinsip-prinsip syariah. Studi ini menggarisbawahi urgensi rekonstruksi muamalah digital di era manifesto ekonomi berbasis data.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas bawah di Sekolah Dasar Islam (SDI) Ulul Albab Badas Kediri Muhammad Zamroji; Mph. Irfan Fahmi; Zainal Fanani
Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jppm.v1i2.94

Abstract

The English learning assistance program for lower-grade students at Ulul Albab Islamic Elementary School (SDI) in Badas, Kediri, aims to enhance students' foundational understanding of a foreign language from an early age. This program addresses the challenge of introducing English at the primary level using an age-appropriate approach. The methods employed involve active, enjoyable, and contextual learning strategies, utilizing interactive media such as songs, games, and storytelling. Additionally, this assistance includes training for classroom teachers to integrate Islamic values into English learning activities. The outcomes indicate improvements in students' learning motivation, basic English skills, and teachers' ability to design and implement creative teaching strategies. This program is expected to serve as a model for effective English learning assistance in Islamic-based schools, particularly at the primary level.
Bimbingan Penerapan Ilmu Faraidh Untuk Mengatasi Kasus Warisan Di Masyarakat Desa Kesamben Kecamatan Ngoro Jombang Robi'ul Afif Nurul 'Aini; Zainal Fanani; Moch. Solich; Muhammad Zamroji
Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jppm.v2i1.157

Abstract

Masalah warisan sering kali menimbulkan konflik di kalangan masyarakat akibat minimnya pemahaman tentang ilmu faraidh, yakni ilmu yang mengatur pembagian harta warisan menurut syariat Islam. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang dalam menerapkan ilmu faraidh sebagai solusi penyelesaian masalah warisan secara syar’i. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung yang meliputi pemberian materi tentang dasar-dasar ilmu faraidh, identifikasi ahli waris, dan tata cara pembagian warisan sesuai hukum Islam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan ilmu faraidh, yang berdampak positif dalam mengurangi potensi konflik waris di masyarakat. Selain itu, pelatihan juga membentuk kader lokal yang dapat berperan sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa warisan secara adil dan efisien. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan serupa dan pendampingan penggunaan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap ilmu faraidh demi mewujudkan keadilan sosial dan kerukunan keluarga.