Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Peserta Didik Fase A di SD Negeri 160/II Dusun Baru Hilda Eriska; Aprizan Aprizan; Randi Eka Putra
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.228

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I dan II yang menghambat kelancaran proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik Fase A serta strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut di SD Negeri 160/II Dusun Baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua guru kelas rendah, yakni guru kelas I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik meliputi ketidakmampuan mengenal huruf, kebingungan membedakan huruf yang mirip, kesulitan mengeja suku kata, dan rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik Fase A di SD Negeri 160/II Dusun Baru dilaksanakan melalui berbagai pendekatan yang adaptif. Strategi tersebut meliputi pembiasaan membaca harian, penerapan metode suku kata, SAS, fonik, dan global, pemanfaatan media sederhana dan kreatif seperti kartu huruf, gambar, lagu, dan permainan edukatif, serta bimbingan individual maupun kelompok kecil. Selain itu, guru juga melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kemampuan siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua, dan melaksanakan evaluasi perkembangan secara berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini
Analisis Kendala dan Solusi dalam Penerapan Literasi terhadap Minat Baca Siswa Kelas V di SDN 90/II Talang Pantai Kabupaten Bungo Edi Sulistiono; Apdoludin Apdoludin; Randi Eka Putra
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.335

Abstract

This study was conducted based on the phenomenon of low reading interest among elementary school students, even though literacy programs have been routinely implemented in schools. This condition indicates that literacy activities have not yet been fully effective in fostering sustainable reading habits among students. The purpose of this research is to identify the obstacles faced in the implementation of literacy programs, analyze the role of teachers in supporting literacy activities, and formulate appropriate solutions to improve the reading interest of fifth-grade students at SDN 90/II Talang Pantai, Bungo Regency. This study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 31 fifth-grade students, a classroom teacher, and the school principal. The object of the study focused on the implementation of literacy activities in the classroom. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The instruments used were observation sheets and interview guidelines based on reading interest indicators. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through triangulation of sources, techniques, and time.The findings reveal that the main obstacles in literacy implementation include limited availability of reading materials that align with students’ interests, low reading habits at home, lack of confidence among students in reading activities, and limited variation in teaching methods. The solutions identified include providing more diverse and engaging reading materials, integrating literacy activities into daily learning processes, giving motivation and rewards, and strengthening collaboration between schools and parents. The study concludes that literacy programs can significantly enhance students’ reading interest when implemented consistently, creatively, and collaboratively
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DI KELAS V SD NEGERI 175/II KEMINI Muhammad Rhozali; Dedek Helida Pitra; Randi Eka Putra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.61253

Abstract

Penelitian ini berjudul Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative tipe Numbered Heads Together (NHT) di Kelas V SD Negeri 175/II Kemini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran NHT. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 22 peserta didik kelas V SD Negeri 175/II Kemini. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model NHT. Aktivitas belajar peserta didik menjadi lebih aktif, kerja sama meningkat, serta pemahaman materi lebih baik. Ketuntasan hasil belajar meningkat dari siklus I ke siklus II hingga mencapai kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V.