Intan Andhani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitatif Penerapan Metode HIRARC dalam Penanggulangan Risiko Bencana di BPBD Deli Serdang Irwansyah Lubis; Syaira Zhieka Ramadhani; Anisa Putri Siregar; Luthfiah Nazwa Simamora; Raduwi Wahyuni; Intan Andhani; Nurna Billa; Ahmad Rezekki Ramadhan; Ahmad Fitra Raihan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44458

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kualitatif penerapan metodologi HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) dalam upaya penanggulangan risiko bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Deli Serdang menerapkan metodologi HIRARC dalam operasi penanggulangan bencana melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Metode ini diterapkan dengan mengacu pada prosedur operasi standar (SOP) yang telah ditetapkan, meskipun dalam praktiknya diperlukan fleksibilitas di lapangan. Identifikasi bahaya meliputi potensi risiko seperti tanah longsor, banjir bandang, dan bahaya selama proses evakuasi. Risiko dikendalikan dengan menyediakan alat pelindung diri (APD), pelatihan rutin, dan meningkatkan kualitas peralatan yang digunakan dalam tanggap bencana. Penelitian juga menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektoral dan kesiapsiagaan staf sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas upaya pengurangan dan penanggulangan bencana. Melalui penerapan HIRARC yang sistematis, BPBD dapat meminimalkan kecelakaan kerja, menjaga keselamatan staf, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan terhadap masyarakat yang terkena dampak.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Perawatan dan Pemeliharaan Kereta Api Tahun 2025 Alya Alfianti Balqis; Delfi Yunita Lubis; Syafran Arrazy; Intan Andhani; Laila Sari; Nurna Billa; Raduwi Wahyuni; Windi Zahrani
Holistic Nursing and Health Science Vol 8, No 2 (2025): November (Issue in progress)
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.8.2.2025.%p

Abstract

AbstractWork productivity is an important indicator for assessing workers' ability to complete tasks effectively and efficiently. For railway maintenance workers, productivity is often influenced by the burden of physical activity such as painting, washing, and welding, as well as the adequacy of rest and hydration conditions. Based on a review of previous similar studies, a research gap was found in the form of a lack of studies specifically analyzing the relationship between physical activity, rest, and hydration with productivity in certain work units. This study aims to determine the relationship between physical activity, rest adequacy, and dehydration with work productivity in railway maintenance workers. The study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample determination in this study was carried out using a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach, based on the inclusion criteria that had been determined by the researcher, 25 railway maintenance and care workers were obtained. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 60% of respondents had poor physical activity, 68% had low rest adequacy, and 12% were dehydrated. No significant relationship was found between these three variables and work productivity (p > 0.05). Thus, physical activity, rest, and dehydration are not related to work productivity, which is likely influenced by other factors such as motivation, work environment, and workload.Keywords: physical activity, rest, dehydration, work productivity.AbstrakProduktivitas kerja merupakan indikator penting untuk menilai kemampuan pekerja dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien. Pada pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api, produktivitas sering dipengaruhi oleh beban aktivitas fisik seperti pengecatan, pencucian, dan pengelasan, serta kecukupan istirahat dan kondisi hidrasi. Berdasarkan penelusuran terhadap penelitian serupa terdahulu, ditemukan gap penelitian berupa minimnya kajian yang secara khusus menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, istirahat, dan hidrasi dengan produktivitas kerja pada unit kerja tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kecukupan istirahat, dan dehidrasi dengan produktivitas kerja pada pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan peneliti diperoleh sebanyak 25 pekerja perawatan dan pemeliharaan kereta api. Analisis data ini dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa 60% responden memiliki aktivitas fisik buruk, 68% memiliki kecukupan istirahat rendah, dan 12% mengalami dehidrasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan ketiga variabel tersebut dengan produktivitas kerja pekerja (p > 0,05). Maka, aktivitas fisik, istirahat, dan dehidrasi tidak berhubungan dengan produktivitas kerja, yang kemungkinan dipengaruhi faktor lain seperti motivasi, lingkungan kerja, dan beban pekerjaan.Kata kunci: aktivitas fisik, istirahat, dehidrasi, produktivitas kerja.