Sofia A. Simanullang
Universitas Prima Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Sleep Hygine Terhadap Kecemasaan pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan Tahun 2024 Siska Br Sitepu; Meiman Berkat Bawamenewi; Rut Karina Br Sembiring; Sofia A. Simanullang; Sinar Kristina Telaumbanua; Elis Anggeria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45034

Abstract

Diabetes merupakan Ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif atau kurangnya produksi insulin oleh pankreas dalam kondisi jangka panjang. Kecemasan berhubungan dengan stress psikologi yang herkolerasi dengan kualitas tidur yang baik, kebersihan tidur yang buruk. Sleep hygiene merupakan istilah yang mengacu pada kebiasaan yang mendukung tidur yang sehat dan berkualitas. Tujuan penelitian untuk mengetehai pengaruh sleep hygiene terhadap kecemasan pada penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Royal Prima. Riset ini memanfaatkan metode kuantitatif melalui desain quasi-experimen. menerapkan strategi one group pre-test post-test design, kemudian menggunakan uji Wilcoxon. Pada data Analisa yang ditampilkan diketahui 48 pasien antara variable sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) dilakukan perlakuaan sleep hygiene atau kebersihan tidur z -5.00 dengan nilai Sig. (2- tailed) yaitu 0.000. Dari hasil penelitian kecemasan sebelum dilakukan sleep hygiene (kebersihan tidur) didapatkan mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan.setelah dilakukan sleep hygiene (kebersihan tidur) selama 10-15 menit didapatkan mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan sudah berkurang dari sebelumnya dan didapatkan mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan (62.5%) sebelum dilakukan sleep hygiene (kebersihan tidur), dan kecemasan ringan menjadi menurun (52.1%) setelah dilakukan sleep hygiene (kebersihan tidur). Jika dalam data tersebut didapat tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji nonparametrik. Jika p ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang mengindikasikan adanya pengaruh antara variabel independen dan dependen. Sebaliknya, jika p ≥ 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adanya pengaruh antara sebelum dan sesudah dilakukan nya sleep hygiene terhadap pasien yang mengalami kecemasan terhadap penyakit Diabetes melitus di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Kata Kunci: diabetes melitus, kecemasan, sleep hygiene
Asuhan Keperawatan Sistem Saraf pada Ny.Y dengan Diagnosa Medis Post Craniotomy: ICH+Pneumonia di ICU Rumah Sakit Royal Prima Medan Yantriani Talunohi; Sami E. Tamba; Sofia A. Simanullang; Lidya Afriani Br Berutu; Giofanny Zega; Afeus Halawa
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 2 No 1 (2026): : August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/71c1ft60

Abstract

This study aims to describe the implementation of neurological nursing care for patient Mrs. Y, who was diagnosed with post-craniotomy: intracerebral hemorrhage (ICH) complicated by pneumonia, in the ICU at Royal Prima Hospital in Medan in 2026. The research method used an empirical approach with a descriptive case study design through clinical observation, physical examination, family interviews, and documentation of the patient’s medical records during the intensive care period. The assessment results indicated that the patient experienced decreased consciousness, impaired oxygenation, increased secretion production, hyperthermia, and hemodynamic instability, leading to the nursing diagnoses of ineffective airway clearance, ineffective cerebral tissue perfusion, and hyperthermia. Nursing interventions were implemented through neurological monitoring, head-up positioning, suctioning, oxygen therapy, infection prevention, and gradual passive mobilization. Evaluation showed an increase in the Glasgow Coma Scale score, improved oxygen saturation, a decrease in body temperature, and reduced respiratory secretion production. Systematic and collaborative nursing care contributed to the stabilization of the patient’s neurological and respiratory conditions during ICU care.