Ria Indriani
Universitas Bhakti Kencana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penurunan Nyeri Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Pada Pasien Pasca Operasi Sectio Caesarea Agustina Suryanah; Adi Frengki; Yakobus Sinaga; Stevani Basry; Ria Indriani; Yakobus Lau De Yung Sinaga5
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48783

Abstract

Teknik relaksasi genggaman jari salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengendalikan nyeri. Teknik relaksasi yang aman dan mudah untuk dipraktekkan salah satunya adalah teknik relaksasi genggam jari (finger hold). Nyeri pasca operasi merupakan masalah yang dialami oleh pasien setelah menjalani operasi caesar. Jumlah persalinan dengan metode sectio caesarea pada perempuan usia 10-54 tahun di Indonesia mencapai 17,6% dari keseluruhan jumlah persalinan. Berdasarkan study di RSUD Kota Bandung, didapatkan data angka kejadian Sectio Caesarea pada bulan September 2022 sebanyak 64 pasien, pada bulan Oktober 2022 sebanyak 59 pasien, dan pada bulan November 2022 sebanyak 38 pasien. Pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dimana observasi dilakukan 2 kali yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan dilakukan (posttest). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 38 pasien. Data diolah dengan analisis unvariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dan uji normalitas shapirow wilk. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien sc pre test intervensi dengan nilai P-value = 0,061 > 0,05 dan post intervensi dengan nilai P-value = 0,179 > 0,05.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Pada Balita Melalui Media Kartu Flashcard Sri Lestari Kartikawati; Ria Indriani; Ina Sugiharti; Pujiati Setyaningsih; Tata Juarta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25788

Abstract

Kesehatan balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan dasar dan derajat kesejahteraan masyarakat. Balita memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai penyakit infeksi maupun noninfeksi karena sistem kekebalan tubuh belum matang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagian besar kematian balita dapat dicegah melalui deteksi dini tanda bahaya dan pengambilan keputusan medis yang cepat dan tepat di tingkat keluarga. Selama ini edukasi kesehatan di posyandu umumnya dilakukan melalui ceramah dan pembagian leaflet. Metode tersebut kurang efektif bagi masyarakat dengan literasi kesehatan rendah karena mengandalkan teks dan komunikasi satu arah. Media edukasi berbasis flashcard merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Flashcard menggabungkan gambar dan pesan singkat sehingga memudahkan masyarakat memahami konsep kesehatan secara cepat dan sederhana. Kegiatan pemberdayaan keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam mengenali dan merespons tanda bahaya balita melalui edukasi berbasis media kartu flashcard. Kegiatan ini dilakukan melalui ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, dan simulasi. Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan flashcard satu per satu dan menjelaskan makna setiap ilustrasi. Kegitan ini dilakukan pada 30 orang tua balita dan 20 kader kesehatan di Desa Cibiru Wetan pada tanggal 30 November 2025.  Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan keluarga dan kader mengenai tanda bahaya balita, yang tercermin dari peningkatan skor rata-rata pre-test dan post-test. Media flashcard terbukti efektif sebagai sarana edukasi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa Kata Kunci: pemberdayaan keluarga, media flashcard
Hubungan durasi operasi dengan kejadian prolonged mechanical ventilation pada pasien post operasi CABG di ruang ICU Fania Putri Alya; Ria Indriani; Regina Indah Kumalasari; Firman Sugiharto; Diki Ardiyansyah; Heni Aguspita Dewi; Rahayu Setyowati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 5 (2026): Volume 20 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i5.3595

Abstract

Background: Prolonged mechanical ventilation (PMV) is a complication after coronary artery bypass graft (CABG) surgery that increases morbidity, mortality, and length of stay in the ICU. Surgical duration is often considered a factor influencing the incidence of PMV, but previous studies have shown inconsistencies. Purpose: To analyze the relationship between surgical duration and PMV incidence in post-CABG patients in the ICU. Method: This study used a retrospective cohort design with a quantitative approach. The study sample consisted of 237 medical records of post-CABG patients in the ICU of Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. The sample was selected using consecutive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria. Data were collected using a checklist developed by the researchers. Data were analyzed univariately and bivariately using Pearson's correlation test. Results: The mean duration of mechanical ventilation in patients with PMV was 1619.66 ± 836.38 minutes (±27 hours), with a range of 730–3850 minutes. The average surgical duration was 252.52 ± 47.22 minutes. The analysis showed no significant association between surgical duration and the incidence of PMV (r = 0.059; p = 0.367). Conclusion: Surgical duration was not significantly associated with the incidence of PMV in post-CABG patients. This indicates that PMV is a multifactorial condition influenced not only by surgical duration but also by other clinical and perioperative factors. Therefore, a comprehensive clinical approach is needed to prevent and manage PMV. Suggestion: ICU nurses need to conduct more comprehensive monitoring of post-CABG patients, taking into account other clinical factors that may influence the ventilator weaning process. Furthermore, the development of integrated clinical protocols for mechanical ventilation management is needed to support accelerated patient recovery. Future research is recommended to explore other factors contributing to PMV with a more robust design to produce a more comprehensive and applicable predictor model in clinical practice.   Keywords: Complication After Coronary Artery Bypass Graft (CABG); Intensive Care Unit; Mechanical Ventilation; Prolonged Mechanical Ventilation; Surgical Duration.