Azzahro Ariffanisa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Antiinflamasi Krim Ekstrak Herba Krokot (Portulaca Oleracea L.) Pada Tikus Putih Jantan Wistar Yang Diinduksi Karagenan Azzahro Ariffanisa; Lusia Murtisiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49054

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea L) mengandung tannin, saponin, vitamin B dan C, serta memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi dari krim ekstrak herba krokot pada tikus putih jantan wistar yang diberi induksi karagenan 3%. Ekstrak herba krokot dibuat dalam sediaan krim dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% serta kontrol negatif yaitu basis krim dan kontrol positif krim hidrokortison 1%. Larutan induksi yang dipakai adalah karagenan 3%. Penelitian ini menggunakan metode inflammation associated oedema. Hasil yang didapatkan menujukkan krim ekstrak herba krokot pada konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% memiliki persentase daya inhibisi udem berturut-turut sebesar ,44%, 63%, dan 74,04% pada tikus putih jantan wistar. Semua krim ekstrak herba krokot konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dapat memberikan efek penurunan inflamasi pada punggung tikus.
Analisis Senyawa Bahan Kimia Obat Deksametason Jamu Pegal Linu “X” Dan “Y” Dengan Spektrofotometer Uv-Vis Azzahro Ariffanisa; Alesia Wahyu Khairani; Cinta Aurelya Putri Santoso; Dewi Nurfitriyani; Jeni Afi Rahmawati
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 2 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i2.152

Abstract

Jamu banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, menurut RISKESDAS 2018, 48% masyarakat Indonesia memanfaatkan produk jadi jamu salah satunya jamu pegal linu. Jamu pegal linu dikonsumsi untuk memberikan efek analgetik. Deksametason kerap dicampurkan secara ilegal dalam jamu pegal linu. Efek samping mengkonsumsi Deksametason jangka panjang berbahaya dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Deksametason dalam jamu pegal linu. Sampel yang digunakan yaitu merk jamu pegal linu yang diberi label X dan Y yang diproduksi di Sukoharjo. Metode yang digunakan yaitu analisa kualitatif warna dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisa kualitatif warna dan Spektrofotometri UV-Vis menunjukkan hasil negatif. Baku Deksametason mendapatkan panjang gelombang 247 nm, sampel X rata-rata panjang gelombang maksimum 219 nm dan sampel Y adalah 220 nm. Hasil analisis kualitatif tidak menunjukkan adanya Deksametason sehingga tidak dilakukan analisis kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa jamu X dan Y memenuhi persyaratan obat tradisional berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 Tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam bahwa obat tradisional yang beredar tidak boleh mengandung bahan kimia obat.