Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Sistematis Literatur Terapi Isometric Handgrip Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Novita Sabila; Arina Maliya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49639

Abstract

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas normal, dengan nilai sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Kasus hipertensi terus meningkat, salah satunya akibat gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang mudah dilakukan adalah terapi isometric handgrip menggunakan handgrip dynamometer. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas terapi isometric handgrip dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui tinjauan literatur. Artikel diperoleh dari basis data PubMed, Google Scholar, dan Taylor and Francis dengan kata kunci terkait “blood pressure”, “hypertension”, dan “isometric handgrip”, dibatasi pada publikasi tahun 2020–2025. Dari pencarian, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu responden hipertensi berusia 20–60 tahun, desain penelitian quasi-experimental, randomized controlled trial, atau pra-eksperimental, serta publikasi berbahasa Indonesia maupun Inggris dengan akses penuh. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi isometric handgrip efektif menurunkan tekanan darah dan dapat dilakukan secara mandiri sebagai intervensi tambahan pada pasien hipertensi. Review ini menegaskan potensi isometric handgrip sebagai terapi komplementer berbasis bukti yang praktis, murah, dan aman, serta merekomendasikan penelitian lebih lanjut dengan desain multicenter dan periode tindak lanjut yang lebih panjang untuk mengevaluasi keberlanjutan efeknya.
Pemberian Aromaterapi Lavender pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa dengan Fatigue Novita Sabila; Arsyifa Inneza Hermoko; Fara Nabila; Nuriyatul Fitriyah; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.170

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.