Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA WIROGUNAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Muhammad Mukhlis Cahyadi; Dwi Astuti; Anida Azkia Fitri; Farita Adhynda Amithya; Yuliana Lestari; Salwa Malihatunnisa; Sherly Nur Janah; Kharina Indira Astuti; Fara Nabila; Krisna Wibowo; Sevtya Nur Hasanah; Lilis Apriliyani; Farida Nur Isnaeni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i1.2937

Abstract

The results of an initial survey of the people of Wirogunan Village showed that hypertension became one of the health problems with the highest prevalence of 51.18%, with risk factors found in the form of unhealthy diet and lifestyle. Therefore, counseling is carried out related to knowledge about hypertension and diet recommended by sufferers. The method used is lectures equipped with pre-tests and post-tests. The information media used in this activity is a PowerPoint presentation about hypertension. The result of this counseling was an increase in knowledge among villagers with good categories from before receiving counseling by 60.5% and after receiving counseling by 84.2%. Increased knowledge consists of understanding the causes, prevention of hypertension, and diet for people with hypertension. Based on the results of Wilcoxon's non-parametric statistical test, a value of p = 0.003 (p<0.05) was obtained. Then Ho was rejected, meaning there is a difference in the level of knowledge of Wirogunan Village residents before and after receiving hypertension counseling.
Pemberian Aromaterapi Lavender pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa dengan Fatigue Novita Sabila; Arsyifa Inneza Hermoko; Fara Nabila; Nuriyatul Fitriyah; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.170

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.