Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.