p-Index From 2021 - 2026
1.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sukmawati Sukmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Telur Dengan Ikan Gabus Terhadap Penyembuhan Luka Perinium di TPMB Nari Sukmawati Sukmawati; Nari Nari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56324

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum merupakan kondisi yang sering terjadi pada ibu nifas akibat ruptur spontan maupun episiotomi dan memerlukan proses penyembuhan optimal untuk mencegah komplikasi. Penyembuhan luka dipengaruhi oleh kecukupan asupan protein yang berperan dalam pembentukan kolagen dan regenerasi jaringan. Telur dan ikan gabus merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, di mana telur mengandung asam amino esensial lengkap dan ikan gabus kaya albumin yang dipercaya membantu mempercepat penyembuhan luka. Namun, efektivitas keduanya dalam penyembuhan luka perineum masih perlu dibandingkan secara ilmiah. Tujuan: Untuk Mengetahui Perbandingan Efektivitas Telur Dengan Ikan Gabus Terhadap Penyembuhan Luka Perinium Di TPMB Nari Metode: Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian telur dan ikan gabus, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka perineum. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan two group pretest–posttest design. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara analitik menggunakan uji t dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Hasil: pada pemberian ikan gabus dan telur memiliki selisih rata – rata dengan nilai Z yaitu -1,578 dengan rata – rata pemberian ikan gabus yaitu 5,20 dan pemberian telur 4,47 sehingga hasil uji beda mann- whitney di simpulkan tidak ada perbedaan ke Efektivitas Telur Dengan Ikan Gabus Terhadap Penyembuhan Luka Perinium Di TPMB Nari dengan nilai Asymp. Sig (2 – Talled) yaitu 0,115 Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas antara konsumsi telur dan ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum, tenaga kesehatan dapat merekomendasikan keduanya sebagai alternatif sumber protein yang setara dalam mendukung proses penyembuhan luka
Hubungan Praktik Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur Pada Remaja dalam Studi Analitik Berbasis Sekolah di SMP 7 Surade Sukmawati Sukmawati; Elin Paulina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61555

Abstract

Menurut data World Association of Sleep Medicine (WASM) menyatakan bahwa 45% penduduk dunia mengalami gangguan pola tidur dengan beberapa kondisi, meliputi insomnia, Restless Legs Syndrome (RLS), kurang durasi tidur. National Sleep Foundation mencatat bahwa di Amerika terdapat paling sedikitnya 40 juta orang menderita gangguan tidur di dunia dan 69% adalah anak-anak dan remaja. Di Indonesia lebih dari 90% remaja yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Sekolah dilaporkan tidur kurang dari 8-10 jam semalam dan dalam studi yang sama, 10% remaja dilaporkan tidur kurang dari 6 jam semalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di smpn 7 surade Tahun 2026.Metode: Desain penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan crossectional, dan menggunakan uji spearman rho. Sampel pada penelitian ini adalah remaja berjumlah 35 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner SHI dan PSQI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa dari 35 responden terdapat 19 (54,3%) responden dengan sleep hygene normal, dari 35 responden terdapat 18 (51.4%) dengan kualitas tidur baik, hasil uji Spearman Rho Test di dapatkan nilai p-value 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat hubungan antara sleep hygene dengan kualitas tidur pada remaja di SMPN 7 Surade Kabupaten Sukabumi tahun 2026. Hasil pada kuisioner responden menunjukkan bahwa kegiatan yang mengganggu kualitas tidur adalah melakukan sesuatu yang membuat terjaga sampai sebelum tidur yaitu berpikir, merencanakan atau mengkawatirkan hal-hal tertentu ditempat tidur. Disarankan masyarakat lebih memperhatikan kualitas tidur, dan juga setelah mengetahui sleep hygiene yang baik masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.