Lilis Muhlisin
Universitas Yatsi Madani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Self-Esteem dengan Tingkat Depresi Pada Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Tangerang Lilis Muhlisin; Meynur Rohmah; Zahrah Maulidia Septimar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50446

Abstract

Latar Belakang: Orang dengan HIV (ODHIV) kerap menghadapi tekanan psikologis yang memengaruhi kesehatan mental, salah satunya depresi. Tingkat harga diri (self-esteem) menjadi faktor penting dalam menghadapi stigma, diskriminasi, serta tekanan sosial. Rendahnya self-esteem meningkatkan kerentanan terhadap depresi yang berdampak pada kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-esteem dengan tingkat depresi pada ODHIV di Kabupaten Tangerang. Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan responden 152 ODHIV yang dipilih melalui purposive sampling. Self-esteem diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), sedangkan depresi diukur dengan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil: mayoritas responden memiliki self-esteem rendah (23,0%) dan depresi kategori sedang (19,3%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara self-esteem dengan tingkat depresi (p = 0,001 < 0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara self-esteem dan depresi pada ODHIV. Dukungan psikososial serta konseling diperlukan untuk meningkatkan self-esteem dan menekan risiko depresi.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WERDHA KASIH AYAH BUNDA Eviana Indriyani; Rina Puspita Sari; Frilla Ika Arliany; Dewi Oktovia; Velia Agustin; Ira Afrila Audina; Intan Agustin; Lilis Muhlisin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.39861

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat perubahan fisiologis, stres, dan penurunan elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia melalui penerapan relaksasi otot progresif di Panti Werdha Kasih Ayah Bunda. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan intervensi nonfarmakologis berupa latihan relaksasi otot progresif yang dilakukan secara bertahap melalui gerakan tegang dan rileks pada kelompok otot tertentu. Subjek kegiatan adalah lansia yang memenuhi kriteria, dengan jumlah 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori prehipertensi sebanyak 13 orang (86,7%), hipertensi stage I sebanyak 1 orang (6,7%), dan hipertensi stage II sebanyak 1 orang (6,7%). Setelah penerapan teknik relaksasi otot progresif, jumlah responden pada kategori prehipertensi meningkat menjadi 14 orang (93,3%), hipertensi stage I tetap sebanyak 1 orang (6,7%), serta tidak ditemukan lagi responden dengan hipertensi stage II. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah relaksasi otot progresif efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada lansia. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah pada lansia.Abstract:  Hypertension is one of the health problems that often occur in the elderly due to physiological changes, stress, and decreased elasticity of blood vessels. This condition can reduce the quality of life and increase the risk of complications such as heart disease and stroke. This activity aims to help lower blood pressure in the elderly through the application of progressive muscle relaxation therapy at the Werdha Kasih Bapak Bunda Nursing Home. The method used is a nonpharmacological intervention approach in the form of progressive muscle relaxation exercises that are carried out gradually through tense and relaxed movements in certain muscle groups. The subjects of the activity are the elderly who meet the criteria, with a total of 15 people. The results showed that most of the respondents were in the prehypertension category as many as 13 people (86.7%), stage I hypertension as many as 1 person (6.7%), and stage II hypertension as many as 1 person (6.7%). After the application of progressive muscle relaxation techniques, the number of respondents in the prehypertension category increased to 14 people (93.3%), stage I hypertension remained as many as 1 person (6.7%), and no more respondents with stage II hypertension were found. The conclusion of this activity is that progressive muscle relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in the elderly. It is hoped that this therapy can be carried out regularly and continuously as a non-pharmacological effort in controlling blood pressure in the elderly.