Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi SafeTeens terhadap Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Remaja: Studi Kuasi-Eksperimen Tesha Hestyana Sari; Jumaini Jumaini; Syeptri Agiani Putri; Novita Kusumarini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51680

Abstract

Mental health problems among adolescents continue to increase, coupled with low levels of mental health literacy, which can lead to delays in seeking professional help. Innovative technology-based efforts are needed to ensure wider access to mental health information and services. This study aims to develop and test the effectiveness of the SafeTeens app as an educational tool for improving adolescent mental health literacy. The study used a quasi-experimental design with an intervention and control group. A sample of 60 adolescents was selected based on inclusion criteria and divided proportionally into two groups. The research instrument was a mental health literacy questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine differences in mental health literacy levels before and after the intervention. The results showed that the intervention group experienced a significant increase in mental health literacy levels after using the SafeTeens app (χ² = 19.14; p = 0.00007), whereas the control group showed no significant change (χ² = 0.66; p = 0.719). The SafeTeens app has proven effective in improving adolescents' understanding of mental health issues, distinguishing myths from facts, and how to seek appropriate help. This study recommends further development of the SafeTeens app with gamification features and periodic reminders to increase user engagement, as well as long-term testing to assess the sustainability of improvements in mental health literacy. Furthermore, cultural and local language adaptations need to be continuously refined to make the app more relevant to Indonesian adolescents.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections (HAIs) Pada Mahasiswa Profesi Ners Malvino Prana Yuda; Erwin; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.468

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan infeksi yang muncul saat pasien menjalani perawatan di fasilitas kesehatan dan berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, serta biaya perawatan. Mahasiswa profesi ners berperan penting dalam pencegahan HAIs. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam pencegahan dan pengendalian HAIs. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 118 mahasiswa profesi ners di RSUD Arifin Achmad. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi terkait pengetahuan, sikap, pelatihan, supervisi, serta ketersediaan sarana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dengan kepatuhan pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs (p < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan, informasi, serta supervisi keperawatan dengan kepatuhan pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs (p > 0,05). Tingkat kepatuhan mahasiswa profesi ners dalam pelaksanaan standar pencegahan dan pengendalian HAIs berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 76,3%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan mahasiswa profesi ners terhadap penerapan pencegahan dan pengendalian HAIs.
CEGAH CUCI DARAH SEJAK DINI: EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT PADA REMAJA Novita Kusumarini; Nur Aulia; Anisa Yulvi Azni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52596

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam usia remaja. Gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurang minum air putih, serta jarang berolahraga menjadi faktor risiko utama yang kerap diabaikan oleh remaja. Padahal, kerusakan ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat dan memerlukan cuci darah (hemodialisis). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Fajar Harapan Pekanbaru dengan sasaran remaja tingkat SMA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fungsi ginjal, penyebab kerusakan ginjal, serta gaya hidup yang dapat mencegah terjadinya gagal ginjal. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dengan bantuan media visual, serta diskusi tanya jawab untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Tujuan penyuluhan ini agar para remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mulai menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang gaya hidup yang dapat menghindarkan diri dari penyakit gagal ginjal. Kegiatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja bagaimana menghindari gaya hidup yang beresiko terhadap terjadinya gagal ginjal.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Stres pada Keluarga yang Merawat Anak dengan Leukemia Resti Maharani; Nurul Huda; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.490

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis bagi keluarga. Dukungan sosial dari anggota keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu keluarga mengelola stres selama proses perawatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian terdiri dari 41 responden, yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan skala Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat stres. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar keluarga memperoleh dukungan sosial pada kategori tinggi (48,8%), sedangkan tingkat stres yang dialami berada pada kategori sedang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres keluarga (p = 0,029 < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tekanan psikologis keluarga. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan melibatkan keluarga dalam perawatan anak, memberikan edukasi, serta menyediakan dukungan psikososial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan stres keluarga, seperti strategi penanggulangan dan kualitas hidup.
Gambaran Penerapan Bundle PLABSI oleh Perawat di RSUD Arifin Achmad Alena Sunia Putri G.; Erwin; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.795

Abstract

Peripheral Line Associated Bloodstream Infection (PLABSI) merupakan infeksi aliran darah yang meningkatkanlama rawat inap, biaya, dan risiko komplikasi, sehingga diperlukan pencegahan melalui bundle PLABSI.Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan bundle PLABSI oleh perawat di RSUD Arifin AchmadPekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 74 perawat menggunakan tekniktotal sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisissecara univariat. Hasil menunjukkan penerapan bundle insersi berada pada kategori baik (51,4%), sedangkanbundle maintenance pada kategori sangat baik (78,4%). Sebagian besar indikator menunjukkan kepatuhan tinggi,terutama pada kebersihan tangan dan pengelolaan infus, meskipun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan.Disimpulkan bahwa penerapan bundle PLABSI oleh perawat berada pada kategori sangat baik. Rumah sakitdisarankan mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan melalui audit dan pelatihan berkelanjutan.