Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan motivasi perempuan dalam penggunaan alat kontrasepsi di Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun tingkat cakupan kontrasepsi di kedua wilayah cukup tinggi, keberlanjutan penggunaan dan kualitas layanan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 33 informan yang dipilih berdasarkan kriteria risiko kehamilan tidak direncanakan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman perempuan dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, ekonomi, dan budaya. Perempuan di Banten lebih banyak menghadapi efek samping dan keterbatasan akses layanan, sedangkan perempuan di Yogyakarta cenderung memiliki pengalaman lebih positif karena mendapatkan dukungan pasangan dan konseling yang lebih memadai. Motivasi penggunaan kontrasepsi terutama terkait perencanaan jumlah dan jarak kelahiran, pertimbangan kesehatan, kondisi ekonomi, serta dukungan pasangan. Ditemukan pula penggunaan kontrasepsi yang tidak konsisten sehingga berpotensi menyebabkan kehamilan tidak direncanakan. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kualitas konseling, akses layanan kontrasepsi yang komprehensif, serta pendekatan promosi kesehatan yang mempertimbangkan konteks sosial budaya masing-masing wilayah.