Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengetahuan dan Motivasi Perempuan tentang Aborsi di Jawa Timur dan DKI Jakarta tahun 2019: Studi Kualitatif Indriana Simbolon; Dien Anshari; Dini Dachlia; Robbiyani Ilma; Bethani Putri Jatusari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51976

Abstract

Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang krusial. Aborsi yang tidak aman merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas ibu yang dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengetahuan dan motivasi perempuan untuk melakukan atau mencoba melakukan aborsi. Sebagai upaya untuk mencegah aborsi yang tidak aman agar meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dan teknik eksploratif berbasis data sekunder. Mendalami pengetahuan, motivasi aborsi pada 37 perempuan yang pernah mengalami atau berisiko mengalami aborsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dinamika pengertian, metode dan motivasi terhadap aborsi yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan sekitar dan stigma masyarakat. Diperlukan edukasi yang komprehensif, layanan kesehatan yang inklusif terhadap perempuan, serta intervensi berbasis komunitas untuk meningkatakan pengetahuan tentang aborsi sehingga dapat mengurangi jumlah kesakitan dan kematian ibu dan anak.
Optimalisasi Peran Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dalam Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko Pada Remaja di DKI Jakarta Ariani Shinta Azzahra; Diara Oktania; Nani Handayani; Andang Evrilianto; Susanna Muthmainnah; Robbiyani Ilma; Masyitoh Masyitoh
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53484

Abstract

Adolescents are vulnerable to various risky behaviors, including violence. Although the Adolescent Health Care Program (PKPR) has been developed since 2003 and implemented in 44 community health centers in DKI Jakarta, this study aims to analyze the implementation of PKPR amid the surge in cases of adolescent violence to formulate efforts to optimize its role. To analyze the implementation and identify the challenges of PKPR in DKI Jakarta, as well as to formulate strategies to optimize the role of PKPR in reducing the surge in cases of violence and other risky behaviors among adolescents. This study uses a sequential exploratory mixed-methods study design, located at the DKI Jakarta Community Health Center. The data sources for this study come from primary data (structured questionnaires) and secondary data from official documents from the Health Office. A significant spike in the total number of violence cases was found in DKI Jakarta in 2024 (2084 cases), an increase of 215.8% from 2023. Victims aged 13-17 years were the highest group (552 victims), with boyfriends/girlfriends/friends experiencing a 312.7% spike (326 cases). This reinforces that PKPR has not been able to overcome classic implementation problems related to funding, facilities, and personnel. It is necessary to optimize the role of PKPR to overcome classic implementation problems and adapt to the handling of psychosocial violence cases. Key recommendations include improving health personnel training, providing facilities that ensure privacy and comfort for adolescents, and strengthening networks with schools and youth organizations.
The Life Experiences of Female Survivors of Intimate Partner Violence in Abortion Decisions: A Qualitative Study in DKI Jakarta and Yogyakarta 2019–2020 Bethani Putri Jatusari; Dien Anshari; Heru Suparno; Indriana Simbolon; Robbiyani Ilma
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i1.24341

Abstract

Abstrak: Studi kualitatif eksploratif ini mengeksplorasi pengalaman hidup perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terkait dengan keputusan aborsi, bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong KDRT dan kehamilan yang tidak diinginkan, proses pengambilan keputusan aborsi, dampak psikososial, dan kebutuhan dukungan, untuk memberikan informasi bagi intervensi berbasis bukti seperti skrining KDRT dalam layanan keluarga berencana dan pendidikan yang peka gender. Dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta, Indonesia (2019–2020), studi ini melibatkan wawancara semi terstruktur mendalam dengan 40 perempuan usia reproduktif (21 di Jakarta, 19 di Yogyakarta) yang direkrut melalui pengambilan sampel bertujuan dan snowball. Analisis tematik mengungkapkan prevalensi KDRT yang cukup tinggi (total 12 kasus, terutama pelecehan verbal psikologis, kontrol perilaku, kemarahan berulang) dan aborsi yang diinduksi terbatas (6 kasus). Hubungan KDRT dan aborsi bersifat tidak langsung, dimediasi oleh paksaan reproduksi, penghentian kontrasepsi karena trauma atau tekanan pasangan, dan peningkatan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Norma agama yang kuat dan stigma sosial seringkali menghalangi aborsi meskipun terjadi kekerasan. Temuan ini menyoroti kerentanan ganda perempuan terhadap kesehatan reproduksi di lingkungan yang restriktif, menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap gender, termasuk skrining rutin kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam perencanaan keluarga dan pendidikan yang mempromosikan otonomi reproduksi.