Petrus Yohanes Ismail Arwimbar
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi dan Kendala dalam program MBG pada pendidikan SD, SMP dan SMA Negeri di Kota Jayapura Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Ilmidin Ilmidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52057

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala pelaksanaan program MBG pada jenjang SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh sekolah negeri di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Heram, dan Muara Tami. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang terdiri dari dua guru per sekolah, dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program MBG di Kota Jayapura berjalan dengan baik pada aspek perencanaan dan koordinasi antarinstansi, namun masih terdapat kendala dalam aspek distribusi pangan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta pengawasan mutu gizi di sekolah-sekolah tertentu. Faktor geografis dan logistik di wilayah timur Indonesia turut menjadi hambatan utama dalam efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana lokal, serta adaptasi kebijakan berbasis konteks wilayah guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program MBG di masa mendatang.
CERDAS ANGGARAN, SEHATKAN GENERASI: PENYUSUNAN RAB PMT BAGI KADER KAMPUNG SAEFEN 42 Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Septevanus Rantetoding; Karel Batmanlusi; Habibi Zamuli; Melkior Tappy; Helen Try Juni Asti; Sarce Makaba; Suci Fajriani; Nurul Fitri Ayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.41982

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil. Program PMT membutuhkan perencanaan anggaran yang baik agar penggunaan dana dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Permasalahan yang dihadapi oleh kader kesehatan yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) PMT dan menu PMT. Tujuan Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penyusunan RAB PMT melalui metode partisipatif berbasis solusi melalui edukasi, diskusi, tanya jawab, dan simulasi penyusunan RAB PMT. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Kampung Saefen-42 dan diikuti oleh 10 orang kader kesehatan. Evaluasi menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan Pretest dan Post-test, Hasil Pretest sebanyak 60% kader memiliki pengetahuan baik dan setelah posttest terjadi peningkatan menjadi 90% pengetahuan baik. Dengan demikian, terjadi peningkatan pengetahuan baik sebesar 30 poin persentase atau meningkat sebesar 50%. Kegiatan edukasi yang dipadukan dengan diskusi, handbook, dan simulasi mampu meningkatkan pemahaman kader mengenai penyusunan RAB PMT.Abstract: Supplementary Feeding (Pemberian Makanan Tambahan/PMT) is one of the strategies to support nutritional adequacy and prevent stunting among children under five and pregnant women. The PMT program requires sound budget planning to ensure that funds are utilized effectively and efficiently. The main problem in Saefen 42 Village is that health cadres have limited knowledge and skills in preparing PMT Budget Plans (Rencana Anggaran Biaya/RAB) and PMT menus. This activity aimed to improve the knowledge and skills of health cadres in Saefen 42 Village in preparing PMT Budget Plans through a solution-based participatory approach involving education, discussions, question-and-answer sessions, and PMT budget planning simulations. The activity was conducted on June 2, 2026, in Saefen 42 Village and involved 10 health cadres. Evaluation was conducted using a pretest questionnaire. The results showed that 60% of cadres had a good level of knowledge at the pre-test, which increased to 90% at the post-test. Thus, the proportion of cadres with good knowledge increased by 30 percentage points, representing a 50% relative increase. The combination of education, handbook-based learning, discussions, and practical simulations effectively improved cadres’ understanding of PMT budget planning.