p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ulfa Rahmadani
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi dan Kendala dalam program MBG pada pendidikan SD, SMP dan SMA Negeri di Kota Jayapura Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Ilmidin Ilmidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52057

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala pelaksanaan program MBG pada jenjang SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh sekolah negeri di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Heram, dan Muara Tami. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang terdiri dari dua guru per sekolah, dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program MBG di Kota Jayapura berjalan dengan baik pada aspek perencanaan dan koordinasi antarinstansi, namun masih terdapat kendala dalam aspek distribusi pangan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta pengawasan mutu gizi di sekolah-sekolah tertentu. Faktor geografis dan logistik di wilayah timur Indonesia turut menjadi hambatan utama dalam efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana lokal, serta adaptasi kebijakan berbasis konteks wilayah guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program MBG di masa mendatang.
Gambaran Tingkat Kesiapsiagaan Bencana Pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Faridha Almira; Ulfa Rahmadani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55710

Abstract

Kesiapsiagaan bencana merupakan aspek krusial dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, khususnya di wilayah yang rawan terhadap kejadian bencana alam. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun komunitas kampus yang tangguh terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 320 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kesiapsiagaan bencana yang mengacu pada parameter Indeks Kesiapsiagaan Bencana yang dikembangkan oleh LIPI/UNESCO. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden dan tingkat kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden berkisar antara 18–22 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (71,9%). Responden terbanyak berasal dari angkatan 2022 (50,9%). Tingkat kesiapsiagaan bencana mahasiswa sebagian besar berada pada kategori rendah (53,8%) dan sedang (43,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan berupa peningkatan literasi kebencanaan, pembentukan sikap dan keterampilan melalui edukasi serta simulasi bencana, dan penyediaan fasilitas mitigasi bencana di lingkungan kampus