Asnuddin Asnuddin
Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Skrining Kaki Diabetes Sebagai Upaya Untuk Mencegah Risiko Luka Kaki Dibetik Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Barangkau Barangkau; Eka Hardianti Arafah; Yammar Yammar; Asnuddin Asnuddin; Ruslang Ruslang; Nirmawati Darwis; Ikdafila Ikdafila; Arni AR; Ery Wardanengsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52346

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2(DMT2) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering dijumpai. Angka kejadianya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan sirkulasi darah perifer dan gangguan sensitivitas kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruhnya penerapan skrining kaki diabetes sebagi upa untuk mencegah Risiko Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain true eksperimental design. Kemudian rancangan penelitian menggunakan pretest and posttes control group design. Penelitian ini terdiri dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus (penerapan skrining kaki secara rutin satu kali seminggu selama dua bulan) sedangkan kelompok kontrol (skrining kaki tidak dilakukan secara rutin). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terdata di Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo yang berjumlah 34 pasien. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random samplig. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai ABI yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sirkulasi darah perifer nya jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Kemudian terdapat juga perbedaan rata-rata nilai sensitivitas kaki yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sensitivitas kaki jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Secara keseluruhan, penerapan skrining kaki diabetes terbukti sebagai langkah efektif dan sederhana dalam mencegah luka kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Implementasi rutin skrining di layanan kesehatan dapat menurunkan beban komplikasi kaki diabetik, mengurangi risiko amputasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penerapan Buerger Allen Exercise terhadap Pencegahan Komplikasi Neuropati Perifer Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ramli Herikzah; Sri Sakinah; Asnuddin Asnuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21511

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is one of the most common chronic diseases in the world, occurring when insulin production in the pancreas is insufficient or when insulin cannot be used effectively by the body, so blood sugar levels exceed the normal range. High blood glucose levels can create nursing problems related to peripheral disorders and result in complications of peripheral neuropathy. Physical exercise is a basic principle that can be done to prevent peripheral arterial disease in diabetes mellitus patients. One of the exercises is the Bueger Allen Exercise. Objective: The aim of writing this scientific work is to conduct an analysis of nursing care for type 2 DM patients using the Burger Allen Exercise intervention to prevent peripheral neuropathy complications in the work area of the Sabbangparu District Health Center. Wajo. Method: Using a descriptive method in the form of a case study using a nursing process approach starting from assessment, diagnosis, planning, nursing actions and evaluation of action results. Conclusion: The results of the analysis of nursing care for type II DM patients with peripheral perfusion nursing problems were ineffective through the application of the Buerger Allen exercise combination intervention and showed that the nursing problems for Mr. B were partially resolved. Measurement of Mr. B's GDS levels showed that the results had decreased, but the results were still in the range of hyperglycemia, the ABI patients also showed changes. When examined, the patient stated that the patient no longer feels tightness and stiffness. Pale skin color decreases, the acral feels warm. So this Buerger Allen Exercise intervention can be used as independent treatment to prevent complications of peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Burger Allen Exercise, Peripheral Neuropathy  ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di dunia, terjadi ketika produksi insulin pada pankreas tidak mencukupi atau pada saat insulin tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh, sehingga kadar gula darah melebihi rentang normal. Tingginya kadar glukosa darah dapat membuat masalah keperawatan terkait dengan ganggun perifer dan mengakibatkan komplikasi neuropati perifer. latihan fisik merupakan prinsip dasar yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit arteri perifer pada pasien diabetes mellitus. Salah satu latihannya adalah Bueger Allen Exercise.Tujuan dari peunulisan karya ilmiah ini adalah melakukan analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien DM Tipe 2 Dengan Intervensi Burger Allen Exercise Terhadap Pencegahan Komplikasi Neuropati Perifer di Wilayah Kerja Puskesmas Sabbangparu Kab. Wajo. Metode: Menggunakan metode deskriptif yang berbentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, Tindakan keperawatan dan evaluasi hasil Tindakan. Kesimpulan : Hasil Penerapan buerger allen exercisepada pasien DM tipe II dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif melalui penerapan intervensi kombinasi buerger allen exercise dan menunjukkan hasil bahwa masalah keperawatan pada Tn.B teratasi sebagian. Pengukuran kadar GDS Tn.B menunjukkan hasil mengalami penurunan, namun hasil tersebut masih direntang terjadi hiperglikema, nilai ABI pasien juga menunjukkan adanya perubahan. Saat dikaji pasien mengatakan kesemuatan, dan kaku sudah tidak lagi dirasakan oleh pasien. Warnah kulit pucat menurun, akral teraba hangat. Sehingga intervensi Buerger Allen Exercise ini dapat dijadikan perawatan mandiri sebagai pencegahan komplikasi neuropati perifer pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Burger Allen Exercicese, Neuropati Perifer