Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak Balita di Indonesia: Analisis Data Sekunder dari SSGI 2022 Wayan Aryawati; Yogi Ari Ghopican; Nova Muhani; Samino Samino; Khoidar Amirus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52442

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) in toddlers remains a serious public health problem in Indonesia, especially among vulnerable groups. This study aims to analyze the determinants of TB incidence in toddlers using secondary data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) through a cross-sectional design. Of the 334,848 toddlers interviewed in 33 provinces and 486 districts/cities, after data cleaning, a final sample of 42,379 toddlers was obtained. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (binary logistic regression) analyses showed that only poor nutritional status (p=0.013; OR=1.983) and untimely provision of complementary foods (p=0.049; OR=0.704) were significantly associated with TB incidence. Other variables such as exclusive breastfeeding (p=0.068), access to health services (p=0.129), drinking water sources (p=1.000), and completeness of immunizations (p=0.475) were not significant. Poor nutritional status is the strongest risk factor, almost doubling the likelihood of developing TB. Therefore, improving nutritional status, providing timely complementary foods, promoting exclusive breastfeeding, and increasing coverage of complete basic immunization through promotive and preventive approaches are priority strategies to reduce TB incidence among toddlers in Indonesia. Keywords: Tuberculosis, toddlers, SSGI
Intervensi Pengetahuan Dan Sikap Tentang Iva Test Terhadap Wanita Usia Subur Di Desa Sukajaya Angga Angga Wahyu Tri Wibowo; Samino; Ahmad Murtado; Ara Yuliasari RS; Fitria Karmi; Putri Amsa Tiara Diksa; Sofia Hirsya; Yesi Mandasari; Yogi Ari Ghopican
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v3i1.26

Abstract

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Berdasarkan data WHO, sebagian besar kasus baru ditemukan pada stadium lanjut karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode skrining yang direkomendasikan karena murah, mudah, dan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Namun, tingkat pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur (WUS) terhadap pemeriksaan ini masih rendah, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap WUS mengenai pemeriksaan IVA melalui edukasi langsung dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 1 Sukajaya Induk, Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 35 responden WUS. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,034) peserta setelah dilakukan intervensi. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penyuluhan yang disampaikan secara langsung dengan metode interaktif lebih mudah dipahami dan membangun rasa percaya diri responden untuk melakukan pemeriksaan IVA. Keterlibatan aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi. Hasil ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat sangat efektif dalam mengubah perilaku preventif dan mendorong partisipasi WUS dalam deteksi dini kanker serviks. Diharapkan program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya ke wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan individu, tetapi juga mendukung program nasional pencegahan kanker serviks secara lebih luas.