This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Yuliana Mahdiyah Daat Arina
Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Akreditasi Terhadap Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo Ria Femiliana; Sri Hernawati; Yuliana Mahdiyah Daat Arina; Ika Barokah Suryaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52473

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi rumah sakit merupakan instrumen regulatif yang bertujuan meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien melalui pemenuhan standar nasional. Meskipun RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo telah memperoleh akreditasi Paripurna pada tahun 2023, hasil evaluasi Indikator Nasional Mutu (INM) tahun 2024 menunjukkan tujuh dari tiga belas indikator belum mencapai target, sehingga diperlukan analisis mengenai efektivitas implementasi akreditasi terhadap mutu layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akreditasi terhadap mutu layanan kesehatan, mengukur tingkat pencapaian INM, serta mengidentifikasi faktor akreditasi yang mempengaruhi mutu pelayanan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara kepada tenaga kesehatan, manajemen, dan komite mutu. Data sekunder meliputi capaian INM tahun 2024–2025. Analisis dilakukan menggunakan model Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan antara variabel akreditasi dan mutu layanan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa implementasi akreditasi memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu layanan kesehatan. Komponen akreditasi yang paling berkontribusi adalah kepemimpinan dan tata kelola, manajemen mutu dan keselamatan pasien, serta budaya keselamatan pasien. Meskipun demikian, ketidaktercapaian target pada tujuh INM terutama terkait kepatuhan kebersihan tangan, penggunaan APD, identifikasi pasien, pelaporan hasil kritis laboratorium, pencegahan risiko jatuh, responsivitas komplain, dan kepuasan pasien mengindikasikan adanya kesenjangan dalam praktik operasional dan budaya mutu. Kesimpulan: Akreditasi berperan penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, namun implementasinya belum sepenuhnya efektif dalam menjamin tercapainya seluruh Indikator Nasional Mutu di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penguatan komitmen pimpinan, budaya keselamatan, sistem pelaporan, serta peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor strategis dalam perbaikan mutu berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi pendekatan Continuous Quality Improvement (CQI) dan Institutional Theory untuk memperkuat manajemen mutu rumah sakit pasca-akreditasi.