p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Failasuf Wibisono
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsep Kewaspadaan Klinis Perawat ICU Failasuf Wibisono; Eni Isriani; Siti Aisah; Satriya Pranata; M. Fatkhul Mubin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53032

Abstract

Kewaspadaan klinis perawat ICU merupakan elemen fundamental dalam perawatan pasien kritis, yang memungkinkan deteksi dini perubahan kondisi, pengambilan keputusan tepat, dan peningkatan keselamatan pasien di lingkungan intensif yang dinamis. Penelitian menunjukkan perawat berpengalaman memiliki akurasi deteksi sepsis 30% lebih tinggi, meskipun faktor seperti shift panjang menurunkan tingkat kewaspadaan. Tujuan : Analisis ini bertujuan mengklarifikasi definisi, atribut, antecedent, konsekuensi, serta implikasi kewaspadaan klinis perawat ICU untuk mendukung pengembangan intervensi berbasis bukti yang meningkatkan praktik keperawatan intensif. Metode Walker and Avant (2018) diterapkan melalui delapan langkah sistematis, meliputi identifikasi penggunaan konsep dari kamus dan literatur, penentuan atribut (pemantauan sistematis, pengenalan pola, dll.), analisis antecedent-konsekuensi, kasus model/borderline/terkait/sebaliknya, serta referensi empiris dari studi terkini. Kewaspadaan klinis didefinisikan sebagai kemampuan mempertahankan perhatian berkelanjutan, mendeteksi perubahan dini, dan merespons cepat; antecedent mencakup pendidikan ICU, pengalaman >2 tahun, staffing optimal; konsekuensi meliputi penurunan komplikasi 30% dan mortalitas; model konsep dihasilkan dari kasus empiris, didukung survei vigilance skor 3,86/5. Model konsep ini memperkuat pemahaman aplikatif kewaspadaan klinis, mendorong pelatihan simulasi, instrumen pengukuran seperti Nursing Vigilance Scale, dan kebijakan rumah sakit untuk outcome pasien optimal. Clinical vigilance of ICU nurses is a fundamental element in the care of critically ill patients, enabling early detection of changes in patient conditions, accurate decision-making, and enhanced patient safety in a dynamic intensive care environment. Research indicates that experienced nurses have a 30% higher accuracy rate in detecting sepsis, although factors such as prolonged shifts may decrease levels of vigilance. Objective: This analysis aims to clarify the definition, attributes, antecedents, consequences, and implications of clinical vigilance among ICU nurses to support the development of evidence-based interventions that improve intensive nursing practice. Methods: The Walker and Avant (2018) concept analysis method was applied through eight systematic steps, including identifying concept usage from dictionaries and literature, determining attributes (systematic monitoring, pattern recognition, etc.), analyzing antecedents and consequences, constructing model/borderline/related/contrary cases, and incorporating empirical references from recent studies. Clinical vigilance is defined as the ability to maintain sustained attention, detect early changes, and respond rapidly; antecedents include ICU education, more than two years of experience, and optimal staffing; consequences involve a 30% reduction in complications and mortality; the conceptual model was developed from empirical cases, supported by vigilance survey scores of 3.86/5. This conceptual model strengthens the practical understanding of clinical vigilance, promoting simulation-based training, measurement instruments such as the Nursing Vigilance Scale, and hospital policies to optimize patient outcomes
Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ventilasi Mekanis Jangka Panjang: Suatu Tinjauan Sistematis Mengenai Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan Failasuf Wibisono; Yunie Armiyati; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59717

Abstract

Ventilasi mekanik jangka panjang (Long-Term Mechanical Ventilation/LTMV) merupakan salah satu bentuk terapi penunjang kehidupan yang diberikan kepada pasien dengan gangguan pernapasan kronis. Seiring meningkatnya penerapan Home Mechanical Ventilation (HMV), berbagai manfaat telah dilaporkan, seperti peningkatan kualitas hidup pasien serta berkurangnya frekuensi dan durasi perawatan di rumah sakit. Namun demikian, penggunaan ventilasi mekanik dalam jangka panjang juga menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Dalam kondisi ini, perawat memegang peranan penting melalui pemantauan kondisi pasien, pencegahan komplikasi, pemberian edukasi kepada keluarga, serta koordinasi pelayanan secara berkesinambungan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menelaah, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai manajemen keperawatan pada pasien pengguna ventilasi mekanik jangka panjang dengan penekanan pada aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2024. Proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan sepuluh artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama, yaitu keselamatan pasien pada pengguna LTMV, pemantauan dan pencegahan komplikasi, mutu pelayanan dan keberlanjutan perawatan, serta kontribusi perawat dalam pelaksanaan HMV. Berbagai strategi seperti pemantauan berkelanjutan, pemanfaatan telemonitoring, penggunaan indikator mutu, edukasi bagi caregiver, dan kerja sama multidisiplin terbukti mendukung peningkatan keselamatan pasien serta mutu pelayanan. Dengan demikian, manajemen keperawatan memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengoptimalkan luaran pasien melalui peningkatan kompetensi perawat, sistem pemantauan yang terstandar, dan keterlibatan aktif keluarga dalam proses perawatan.