This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Arvan Syahruddin
Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Mekanisme Apoptosis dan Autophagy Pada Ketuban Pecah Dini: Tinjauan Sistematis Studi Klinis dan Pre-Klinis Arvan Syahruddin; Aisyah Elliyanti; Donel Suheimi; Mohamad Reza
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54125

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi obstetri multifaktorial yang berkontribusi signifikan terhadap persalinan prematur dan morbiditas neonatal. Bukti terbaru menunjukkan bahwa disregulasi apoptosis dan autophagy berperan penting dalam melemahnya integritas membran ketuban. Tujuan tinjauan sistematis  ini bertujuan untuk menganalisis peran jalur apoptosis dan autophagy dalam patogenesis KPD berdasarkan temuan studi klinis dan pre-klinis. Metode tinjauan sistematis dilakukan  mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian pada database Google Scholar, PubMed, Taylor & Francis, dan Science Direct untuk publikasi tahun 2015–2025. Seleksi artikel menggunakan kriteria PICOS, dengan fokus pada faktor biomolekuler apoptosis dan autophagy pada KPD. Jenis studi dengan temuan: 9 studi klinis dan 6 pre-klinis. Jumlah sampel 254 dengan riwayat partus KPD dan 295 dengan riwayat partus normal. Hasil sebanyak 10 studi memenuhi kriteria inklusi. KPD ditandai oleh peningkatan mediator apoptosis seperti caspase-3, caspase-8, BAX, dan AIF, disertai penurunan BCL-2. Di sisi lain, terjadi penurunan ekspresi regulator autophagy utama seperti Beclin-1, ULK1, ATG5, dan ATG7, yang menunjukkan gangguan aliran autophagy protektif. Interaksi antara inflamasi, stres oksidatif, dan disfungsi metabolik memperkuat aktivasi apoptosis dan kegagalan autophagy. Kesimpulan disregulasi keseimbangan apoptosis dan autophagy berperan sentral dalam patogenesis KPD dan berpotensi menjadi target diagnostik serta terapeutik di masa mendatang.