Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VALIDITY ANALYSIS OF THE SCIENCE PROCESS SKILLS ASSESSMENT INSTRUMENT FOR HIGH SCHOOL STUDENTS ON CHEMISTRY MATERIALS Faderina Komisia; Maria Benedikta Tukan; Diana Yanni Ariswati Fallo; Gradiana Jenisa Perlita Hale; Geosefina Besi Meta; Petronela Onika Lanmai; Fransiska Eflani; Maria Aloisia Uron Leba
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12860

Abstract

The assessment of students' science process skills in several senior high schools in Kupang City is still limited to the final learning outcomes, such as written test scores, and does not optimally measure the scientific thinking process that takes place. The assessment instruments used by teachers still tend to measure only cognitive aspects, so that aspects of science process skills are neglected. The assessment instruments used to measure these skills must have content validity so that the assessment results are accurate and reliable. This study aims to analyze the content validity of assessment instruments for science process skills of senior high school students in grades X, XI, and XII. The research method used is content validity through expert judgment. The science process skills assessment instruments were assessed by six expert validators, namely two learning experts, two chemistry experts, and two evaluation experts. The expert assessment data were analysed using Aiken's V. The results showed that the assessment instruments for science process skills of high school students in grades X, XI, and XII were classified as valid with an average V score of 0.74, which means that the assessment instruments are ready and suitable for use by teachers and schools. The assessment instrument meets the content validity criteria and can be used to assess students' skills in the chemistry learning process at school, but it still needs improvement in several aspects and indicators to enhance the overall quality of the instrument.
Pelatihan Praktikum Kimia Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMA Negeri 12 Kupang Faderina Komisia; Maria Benedikta Tukan; Aloisius Masan Kopon; Susana Pranesti Nggumba; Fransiska Eflani
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25577

Abstract

Pembelajaran kimia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) menuntut penguasaan literasi sains agar siswa mampu memahami, mengevaluasi, dan mengaplikasikan konsep-konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, proses pembelajaran di SMA Negeri 12 Kupang masih didominasi oleh pendekatan teoretis dan belum optimal memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, sehingga kemampuan literasi sains siswa belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa XI-A dan XI-C melalui pelatihan praktikum kimia berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode praktikum (eksperimen langsung) dan diskusi kelompok terarah dengan pembagian kelompok kecil secara heterogen. Praktikum dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif laboratorium konvensional. Peningkatan kemampuan literasi sains diukur menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis dengan normalized gain (N-Gain). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi sains siswa setelah kegiatan, dengan skor N-Gain yang diperoleh berada pada kategori sedang. Peningkatan tersebut tampak pada kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah, merancang penyelidikan sederhana, serta menginterpretasikan data hasil praktikum secara logis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktikum kimia berbasis lingkungan efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Pemanfaatan lingkungan sekitar juga terbukti mampu membantu siswa memahami konsep-konsep kimia yang abstrak melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.