Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversifikasi Limbah Tulang Ikan Bandeng Menjadi Produk Kitosan untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Sapanang Kab. Pangkep Muhammad Syahrir; Muhammad Nur Alam; Sri Wahyuningsih; Hasnah Natsir; Muhammad Nadir
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/g7bq5r70

Abstract

Kelurahan Sapanang, Kabupaten Pangkep, merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam produksi ikan bandeng. Namun, limbah tulang dan sisik ikan bandeng belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya menjadi bahan buangan. Tulang ikan sesungguhnya memiliki nilai ekonomis tinggi apabila diolah menjadi produk inovatif, salah satunya kitosan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Kelurahan Sapanang melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tulang ikan menjadi produk kitosan yang bernilai jual dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, dan pelatihan teknis pembuatan kitosan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami teknik pembuatan kitosan secara utuh. Hasil observasi dan survei menunjukkan bahwa masyarakat begitu antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan karena dianggap sangat bermanfaat bagi mereka dan lingkungannya. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Kelurahan Sapanang dalam menghasilkan produk kitosan berbasis limbah tulang ikan. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Keberlanjutan program sangat memungkinkan dengan dukungan kolaborasi masyarakat, sehingga kitosan berpotensi menjadi salah satu produk unggulan daerah di masa mendatang.
Perbandingan Metode Ekstraksi terhadap Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) Sri Wahyuningsih; Nur Indah Sari; Hilmiati Wahid; Azima Azima
Sinteza Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v6i1.31992

Abstract

Pulai leaves (Alstonia scholaris) are known to contain various secondary metabolites such as flavonoids, so the choice of extraction method is a factor that affects the quality and quantity of bioactive compounds produced. This study aims to compare the total flavonoid content and antioxidant activity of ethanol extracts of pulai leaves obtained through two different extraction methods, namely maceration and reflux. This study is a laboratory experimental study using 96% ethanol solvent in both extraction methods. The flavonoid content was determined quantitatively using UV-Vis spectrophotometry with quercetin as the standard. The antioxidant activity test was performed using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH) method based on the IC50 value. The results showed that the extract obtained using the reflux method had a higher flavonoid content of 17.11±0.03 mgQE/g and an IC50 value of 7.84±0.02 ppm, while the maceration method produced a flavonoid content of 8.42±0.02 mgQE/g and an IC50 value of 12.53±0.17 ppm. As a positive control, vitamin C had an IC50 value of 5.26±0.08 ppm. Based on these results, the extraction of pulai leaves (Alstonia scholaris) using the reflux method proved to be more effective in extracting flavonoid compounds and had higher antioxidant activity compared to the maceration method.