Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sedotan purun (Lewu Straws) di Desa Tumbang Nusa melalui pendampingan strategi pemasaran digital dan evaluasi biaya produksi. Metode partisipatif diterapkan selama 10 hari, meliputi observasi, wawancara, dan analisis data primer. Hasil identifikasi menunjukkan kendala utama pada aspek pemasaran (skor rata-rata 4.64), khususnya pengetahuan digital marketing yang minim, jangkauan pasar terbatas, dan kesulitan menentukan harga jual kompetitif. Analisis biaya mengungkap struktur produksi padat karya dengan biaya tenaga kerja langsung mendominasi (67.5% dari total biaya per 100 batang) dan HPP sebesar Rp 370 per batang. Intervensi berfokus pada pelatihan pencatatan biaya yang komprehensif (termasuk biaya oportunitas bahan baku), pembuatan konten media sosial berbasis storytelling kearifan lokal, serta pengenalan strategi penetapan harga (cost-plus pricing) dan platform e-commerce. Dampak kegiatan berupa peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis pelaku usaha dalam mengelola usaha secara lebih profesional. Proyeksi produksi menunjukkan potensi peningkatan kapasitas hingga tiga kali lipat dalam setahun, dengan syarat diiringi strategi pemasaran yang efektif. Sinergi multidisiplin akademisi ini membuktikan bahwa pendampingan terstruktur dapat mengoptimalkan potensi ekonomi produk berbasis kearifan lokal, mendorong keberlanjutan usaha, serta berkontribusi pada penguatan ekonomi desa dan pelestarian lingkungan.