Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney filtration function lasting more than three months, often with non-specific symptoms that allow the disease to advance unnoticed. Hemodialysis is the most widely used renal replacement therapy; however, patient adherence to fluid restriction remains a major challenge, as non-compliance can lead to fluid overload, edema, dyspnea, and increased mortality risk through elevated Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG). Studies indicate that adherence to fluid restriction is associated with improved quality of life, with success strongly influenced by family support and the implementation of self-care practices including diet, medication, and physical activity. Video-based educational media has proven effective in enhancing patient knowledge, attitudes, and behaviors, thereby promoting adherence to hemodialysis therapy and reducing long-term complications. Purpose: Increase patient understanding of the impact of excess fluid on the body and the serious complications that can occur if fluid restrictions are not adhered to. Method: This community service activity was conducted in a hemodialysis unit involving 68 patients with fluid overload, identified by significant inter-dialytic weight gain, edema, or hypertension. Samples were selected through observation based on weight gain criteria between sessions. An educational and participatory approach was applied, with fluid restriction education delivered via video displayed in the hemodialysis room, accompanied by interactive discussions. Patient engagement was observed to assess involvement and comprehension, while knowledge levels were evaluated through question-and-answer sessions and peer experience sharing. Results: The intervention demonstrated increased knowledge and active engagement among hemodialysis patients following video-based counseling. The visually and interactively packaged material effectively captured patient attention, while accompanying discussions reinforced understanding. Video-based educational interventions integrated knowledge, attitudes, and behaviors synergistically, supporting adherence to fluid restriction and improving the quality of hemodialysis therapy. Conclusion: Video-based health promotion is an effective educational tool to enhance patient adherence to fluid restriction in hemodialysis. Improved adherence positively impacts the control of Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), making video media a recommended component of routine educational strategies to support therapy success and patient quality of life. Suggestion: Health care facilities, particularly hemodialysis units, are advised to integrate video media into routine education to strengthen patient adherence to fluid restriction. Regular evaluation of adherence should involve family support to ensure a more comprehensive and sustainable educational process. Keywords: Chronic kidney disease; Compliance; Fluid restriction; Health education; Hemodialysis Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penurunan fungsi filtrasi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dengan gejala yang sering tidak spesifik, sehingga penyakit dapat berkembang ke tahap lanjut tanpa disadari. Hemodialisis menjadi terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan, namun kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan masih menjadi tantangan utama karena ketidakpatuhan dapat menimbulkan kelebihan cairan, edema, sesak napas, hingga meningkatkan risiko mortalitas melalui Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pembatasan cairan berhubungan dengan kualitas hidup pasien, dan keberhasilan sangat bergantung pada dukungan keluarga serta penerapan self care yang mencakup diet, pengobatan, dan aktivitas fisik. Media edukasi berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien, sehingga dapat mendorong kepatuhan terhadap terapi hemodialisis dan menekan komplikasi jangka panjang. Tujuan: Meningkatkan pemahaman pasien tentang dampak kelebihan cairan terhadap tubuh serta komplikasi serius yang dapat terjadi apabila tidak mematuhi pembatasan cairan Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di ruang hemodialisis dengan melibatkan 68 pasien yang mengalami kelebihan cairan, ditandai oleh peningkatan berat badan inter-dialytic, edema, atau hipertensi. Sampel ditentukan melalui observasi pasien dengan kriteria peningkatan berat badan signifikan antar kunjungan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif. Edukasi mengenai pembatasan cairan disampaikan melalui media video yang ditayangkan di ruang hemodialisis, disertai diskusi interaktif antara pasien dan pemateri. Aktivitas peserta diamati untuk menilai keterlibatan dan pemahaman, sedangkan tingkat pengetahuan dievaluasi melalui sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman antar pasien. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterlibatan aktif pasien hemodialisis setelah mengikuti penyuluhan melalui media video. Penyampaian materi yang dikemas secara visual dan interaktif efektif menarik perhatian pasien, diskusi yang menyertai tayangan memperkuat pemahaman mereka. Intervensi edukatif berbasis video yang disertai diskusi mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien secara sinergis, sehingga mendukung kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan kualitas terapi hemodialisis. Simpulan: Media promosi kesehatan berbasis video merupakan alat edukasi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pembatasan cairan. Peningkatan kepatuhan tersebut berdampak positif pada pengendalian Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG), sehingga penggunaan media video dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi edukasi rutin untuk mendukung keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Saran: Fasilitas pelayanan kesehatan khususnya unit hemodialisis, dapat mengintegrasikan media video sebagai bagian dari edukasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Evaluasi kepatuhan perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan dukungan keluarga, sehingga proses edukasi lebih komprehensif dan berkelanjutan.