Lea Zalfa Dhyaulhaque
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMIKIRAN EKONOMI NASIRUDDIN AT- THUSI Tazkia Ardianti Nada; Lea Zalfa Dhyaulhaque; Muthia Hana Fauzia; Nayla Mutiara Sukma; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i2.7098

Abstract

Nasiruddin at-Thusi merupakan salah satu ilmuwan Muslim sangat terkemuka pada abad ke-13 Masehi, dengan sumbangan mencakup berbagai macam bidang. Beliau diakui sebagai seorang polymath yang menguasai banyak ilmu, meliputi astronomi, hitungan, filsafat, pengobatan, dan ilmu keislaman. Tokoh ini lahir di Thus, Persia, pada situasi penuh gejolak karena serangan Mongol, di mana Nasiruddin tumbuh dalam kondisi sosial-politik yang goyah. Walaupun demikian, ia tetap berusaha memajukan ilmu dan menghasilkan karya penting yang dampaknya terasa sampai kini. Pembelajaran agama yang diperolehnya sejak muda membentuk jalan pemikirannya, yang diteruskan dengan pembelajaran mendalam di beberapa pusat ilmu seperti Baghdad. Keberadaannya kian terlihat saat ikut serta dengan penguasa Ismailiyah dan menjadi penasihat ilmu bagi Hulagu Khan. Meskipun hidup di bawah kekuasaan Mongol yang dianggap keras, Nasiruddin tetap memberikan peran besar bagi kemajuan ilmu lewat hasil karyanya, contohnya adalah Akhlaq-i Nasiri yang menguraikan pandangan mengenai etika dan ekonomi. Tulisan ini berupaya mengulas riwayat hidup Nasiruddin at-Thusi dan menjelaskan sumbangan pemikirannya dalam konteks sejarah serta perubahan sosial-politik pada masa itu.
KONSEP ETIKA KONSUMSI DALAM EKONOMI ISLAM DAN IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN MODERN Tazkia Ardianti Nada; Lea Zalfa Dhyaulhaque; Hasna Fauziah Al Alifah; Nayla Mutiara Sukma; Lina Marlina
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i2.7130

Abstract

Konsumsi adalah salah satu elemen penting dalam aktivitas ekonomi manusia. Dari sudut pandang ekonomi Islam, konsumsi lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan fisik, melainkan juga merupakan sebuah bentuk ibadah yang memiliki aspek spiritual dan tanggung jawab sosial. Tulisan ini bertujuan untuk membahas secara mendalam konsep etika konsumsi dalam Islam, termasuk pengertian, signifikansi, tujuan, preferensi, serta prinsip-prinsip dasar konsumsi, dan bagaimana nilai-nilai ini dapat diterapkan dalam kehidupan zaman sekarang. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan metode deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber primer dalam ekonomi Islam dan literatur terbaru. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa konsumsi menurut prinsip Islam yang menekankan halal, tayyib, kesederhanaan, moderasi, dan etika bisa menciptakan kesejahteraan yang menyeluruh dan berkelanjutan, serta tetap relevan untuk menghadapi tantangan dari budaya konsumerisme modern. Di tengah kemudahan berbelanja dan gaya hidup yang serba cepat, etika konsumsi Islam berfungsi sebagai pedoman untuk bersikap lebih selektif, mencegah pemborosan, dan memperkuat rasa kepedulian sosial.