Nasiruddin at-Thusi merupakan salah satu ilmuwan Muslim sangat terkemuka pada abad ke-13 Masehi, dengan sumbangan mencakup berbagai macam bidang. Beliau diakui sebagai seorang polymath yang menguasai banyak ilmu, meliputi astronomi, hitungan, filsafat, pengobatan, dan ilmu keislaman. Tokoh ini lahir di Thus, Persia, pada situasi penuh gejolak karena serangan Mongol, di mana Nasiruddin tumbuh dalam kondisi sosial-politik yang goyah. Walaupun demikian, ia tetap berusaha memajukan ilmu dan menghasilkan karya penting yang dampaknya terasa sampai kini. Pembelajaran agama yang diperolehnya sejak muda membentuk jalan pemikirannya, yang diteruskan dengan pembelajaran mendalam di beberapa pusat ilmu seperti Baghdad. Keberadaannya kian terlihat saat ikut serta dengan penguasa Ismailiyah dan menjadi penasihat ilmu bagi Hulagu Khan. Meskipun hidup di bawah kekuasaan Mongol yang dianggap keras, Nasiruddin tetap memberikan peran besar bagi kemajuan ilmu lewat hasil karyanya, contohnya adalah Akhlaq-i Nasiri yang menguraikan pandangan mengenai etika dan ekonomi. Tulisan ini berupaya mengulas riwayat hidup Nasiruddin at-Thusi dan menjelaskan sumbangan pemikirannya dalam konteks sejarah serta perubahan sosial-politik pada masa itu.
Copyrights © 2026