Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah (EKPD) pada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto Masayu, Revina Dwi; Anisykurlillah, Rosyidatuzzahro
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan terkait pelaksanaan Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah (EKPD). Fokus penelitian mencakup proses pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak EKPD terhadap peningkatan kinerja seluruh perangkat Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan perspektif teoritis tentang implementasi kebijakan publik. Fokus analisis diarahkan pada bagaimana kebijakan pengelolaan dan evaluasi kelembagaan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pengendalian Penatan Perangkat Daerah serta Peraturan Bupati Nomor 73 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mojokerto, diimplementasikan dalam kerangka reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang efektif, efisien, dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan sumber data berupa observasi, wawancara, serta analisis dokumen, termasuk surat-surat terkait EKPD, laporan evaluasi sementara, dan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan EKPD telah mengikuti tahapan implementasi kebijakan, seperti sosialisasi, pengumpulan data melalui google form, dan distribusi laporan penilaian awal. Ditinjau dari model implementasi Edward III, variabel komunikasi dan sumber daya belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik, yang ditunjukkan oleh rendahnya pemahaman perangkat daerah terhadap indikator penilaian serta keterbatasan kemampuan teknis dalam penyusunan dokumen pendukung. Sementara itu, variabel disposisi pelaksana dan struktur birokrasi telah berjalan cukup baik, meskipun masih diperlukan penguatan koordinasi antarunit kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pendampingan teknis, serta penguatan koordinasi guna mengoptimalkan implementasi EKPD.
Developing Bilingual guidebook for Wonocoyo Tourism Village, Trenggalek Wahyuningtyas, Dwi; Nuryananda, Praja Firdaus; Masayu, Revina Dwi; Ajinegoro, Brian Tyan Mukti; Trirahardjo, Muhammad Rizqy; Sulistyo, Nanda
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v7i1.35985

Abstract

Located at Taman Kili-kili Beach, Wonocoyo Village, Panggul District, Trenggalek Regency, the PKM (Community Service) Education team of UPN Veteran East Java successfully held a tour guide training program and developed a bilingual guidebook in English and Indonesian on June 28, 2024. The training was attended by the Head of the Tourism and Culture Office of Trenggalek Regency, Drs. Sunyoto, and involved approximately 30 participants from Wonocoyo Tourism Village and Nglebeng Tourism Village. Wonocoyo Tourism Village is renowned for its natural attractions, including Kili-kili Park (a turtle hatchery), Pelang Beach, and its waterfall. Meanwhile, Nglebeng Tourism Village is known for the increasingly popular Kuyon Beach, located near rice fields and rows of fishing boats. With their promising potential, both villages are being developed as leading sustainable tourism destinations in Trenggalek, East Java, and potentially at the international level. To support this goal, the availability of bilingual guidebooks and trained tour guides is essential. The program contributes directly to SDG 4.4, by enhancing relevant skills for employment in the tourism sector, and to SDG 8.9, by promoting sustainable tourism that creates jobs and showcases local culture and nature. This initiative also supports community empowerment by equipping local residents with knowledge, communication skills, and tools to independently promote their tourism assets. The bilingual guidebook is expected to aid tour guides and tourism actors in effectively communicating the unique tourism potential of Wonocoyo and Nglebeng Villages to both domestic and international visitors.