Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Informasi Digital Dalam Grup Whatsapp Keluarga Praktik Tabayyun Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Indonesia Rizky Aulia Ahsya; Hadisaputra; Nasrullah Ahmad; Didi Winardi; Putra Wirayudha SPJ; Rendi; Andi Asywid Nur
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7211

Abstract

Grup WhatsApp keluarga merupakan ruang digital privat yang memiliki peran strategis dalam peredaran informasi sosial keagamaan dan politik di Indonesia Berbeda dengan ruang publik digital ruang keluarga diikat oleh relasi emosional hierarki antargenerasi dan nilai budaya yang kuat sehingga proses verifikasi informasi sering kali tidak berjalan secara terbuka Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mahasiswa Muslim memaknai dan mempraktikkan tabayyun dalam menghadapi informasi meragukan di grup WhatsApp keluarga serta bagaimana relasi kuasa dan emosi memengaruhi keputusan mereka untuk bersikap diam melakukan verifikasi personal atau melakukan klarifikasi terbuka Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital netnografi ringan melalui observasi digital terbatas dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Makassar yang aktif di grup WhatsApp keluarga Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis untuk mengidentifikasi pola praktik tabayyun dan dinamika etika informasi dalam ruang privat keluarga Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tabayyun mahasiswa lebih banyak dilakukan secara individual dan diam bukan sebagai tindakan korektif kolektif di ruang grup Keputusan untuk meluruskan informasi dipengaruhi oleh sensitivitas isu relasi kuasa keluarga serta pertimbangan emosional seperti rasa sungkan dan takut menyinggung orang tua Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara kesadaran normatif tabayyun sebagai prinsip etika Islam dan praktik aktual bermedia di ruang keluarga
Perspektif Islam tentang Etika Akal Imitasi (AI) di Kalangan Mahasiswa Muslim: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Makassar Hadisaputra; Siti Adila Az Zahra; Resky Amaliyah; Nur Zaliha; Nur Rezki Ramadani; Andi Alamsyah; Andi Asywid Nur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan etis mahasiswa Muslim terhadap penggunaan akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) dalam konteks akademik dengan perspektif Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Universitas Muhammadiyah Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa Muslim dari berbagai fakultas yang secara aktif memanfaatkan AI dalam aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris dan kerangka normatif Islam, khususnya konsep akal sebagai amanah, kemaslahatan, amanah akademik, tafakkur, niyyah, serta nilai Islam Berkemajuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai AI bukan sebagai pengganti akal manusia, melainkan sebagai wasilah yang mendukung ikhtiar intelektual selama digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menegasikan peran berpikir kritis. AI dipersepsi membawa kemaslahatan berupa efisiensi belajar dan pengayaan pemahaman awal, namun penggunaannya dibatasi oleh nilai kejujuran, amanah, dan integritas akademik. Penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan etika antara kemudahan teknologi dan tuntutan tanggung jawab moral, terutama terkait risiko ketergantungan yang berpotensi melemahkan daya tafakkur. Prinsip niyyah menjadi parameter utama dalam menentukan legitimasi moral penggunaan AI. Dalam kerangka Islam Berkemajuan, AI diposisikan sebagai alat rasional yang harus diarahkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan tanpa menggeser peran sentral akal manusia.