Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, berita pemecatan pelatih selalu menarik perhatian publik dan media. Bulan Januari 2025, salah satu isu yang paling banyak dibicarakan di dunia olahraga pada Januari 2025 adalah pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih tim nasional sepak bola Indonesia. Sebagai pelatih sepak bola yang memiliki rekam jejak prestasi, pemecatan STY memicu beragam reaksi dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola, analis, dan masyarakat umum. Dengan menggunakan pendekatan analisis framing, penelitian ini akan mengkaji pola pemberitaan, pilihan kata, dan narasi yang digunakan oleh berbagai media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana media membentuk persepsi publik terhadap keputusan yang dibuat oleh federasi sepak bola terkait posisi pelatih tim nasional Indonesia. Dalam kajian konstruksi media ini, tingkatan komunikasinya adalah komunikasi massa, karena melibatkan media berita daring seperti Bolasport.com dan Viva.co.id. Unsur komunikasi yang difokuskan dalam kajian ini adalah pesan. Termasuk apa yang telah dilakukan oleh Bolasport.com dan Viva.co.id dengan menekankan realitas pemecatan STY sebagai fakta yang harus diketahui oleh khalayak. STY yang selama ini dianggap sebagai salah satu elemen kebangkitan timnas sepak bola Indonesia justru secara mengejutkan dipecat oleh PSSI dan dianggap tidak memenuhi target. Namun kedua media tersebut pada porsi pemberitaannya lebih menekankan pada aspek permasalahan internal yang dianggap menjadi faktor utama pemecatan STY.