Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI DALAM MENGATASI PENGGUNAAN BAHASA KASAR DI SDN 1 SUKAHURIP DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI KELAS Herdiana, H. R; Andi Mulyadi, U.; Solihah A, Siti
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.22799

Abstract

Penggunaan bahasa kasar di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan isu serius yang dapat merusak iklim sekolah, menghambat interaksi sosial yang sehat, dan berdampak negatif pada proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa kasar yang sering digunakan di SDN 1 Sukahurip, merumuskan strategi intervensi yang efektif untuk mengatasinya, dan menganalisis dampaknya terhadap lingkungan belajar dan hasil pembelajaran siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 1 Sukahurip. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen seperti tata tertib sekolah dan catatan kasus perilaku. Strategi intervensi yang diterapkan meliputi pendidikan karakter (fokus pada nilai sopan santun dan empati), bimbingan dan konseling kelompok, pembiasaan model bahasa yang positif oleh guru, dan penerapan konsekuensi yang mendidik yang konsisten. Penerapan strategi ini secara signifikan mengurangi frekuensi penggunaan bahasa kasar. Pengurangan penggunaan bahasa kasar menciptakan iklim kelas yang lebih kondusif, meningkatkan fokus siswa dalam belajar, dan memperkuat hubungan interpersonal antar siswa dan guru, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas pembelajaran di SDN 1 Sukahurip.
Analisis Diglosia Pada Pemilihan Bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa dalam Interaksi Siswa Herdiana, H. R; Andi Mulyadi, U.; Ekapasha, Marissa
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22837

Abstract

Dalam suatu wilayah dinamika kebahasaan masih sering ditemukan, terutama di sekolah yang berada di daerah perbatasan budaya dan bahasa, seperti wilayah peralihan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal ini mengakibatkan adanya fenomena diglosia, yaitu keadaan ketika dua variasi bahasa atau lebih digunakan dalam satu komunitas dengan fungsi yang berbeda dan relatif terpisah.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena diglosia yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai ragam tinggi (High/H), serta bahasa Sunda dan Jawa sebagai ragam rendah (Low/L). Penelitian ini menggunakan gabungan dua jenis data yaitu mix method baik data kuantitatif dan data kualitatif, untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena diglosia di lingkungan SMA Negeri 2 Banjar. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data dan sumber data disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket melalui google form kepada 50 siswa kelas XII. Hasil penelitian menunjukkan angka lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks formal, 58% siswa memilih bahasa tersebut karena lebih nyaman digunakan dan 58% faktornya disebabkan oleh lawan biara.Temuan kualitatif menunjukkan bahwa siswa secara sadar membedakan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Bahasa Indonesia dipersepsikan sebagai bahasa resmi dan sopan sehingga dominan digunakan dalam situasi formal dan akademik, sedangkan bahasa Sunda dan Jawa digunakan untuk membangun kedekatan dan kenyamanan dalam interaksi nonformal. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kebahasaan agar siswa mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks.
REPRESENTASI AKTOR SOSIAL DALAM WACANA DIGITALISASI PENDIDIKAN: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL THEO VAN LEEUWEN TERHADAP PEMBERITAAN PELUNCURAN TRANSFORMASI PEMBELAJARAN OLEH PRESIDEN Hanafiah, Badruzia; Hamdani, Agus; Andi Mulyadi, U.
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24080

Abstract

Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Namun, dalam perspektif analisis wacana kritis, kebijakan digitalisasi pendidikan tidak hanya merepresentasikan perubahan teknologis dalam proses pembelajaran, tetapi juga merupakan konstruksi wacana yang memuat relasi kekuasaan dan kepentingan ideologis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi aktor sosial dalam pemberitaan mengenai peluncuran program digitalisasi pembelajaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Theo van Leeuwen yang berfokus pada strategi eksklusi dan inklusi dalam representasi aktor sosial. Data penelitian berupa teks berita dari Kompas.id edisi 17 November 2025 berjudul “Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran, Presiden Dorong Percepatan Transformasi Pendidikan.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita cenderung menampilkan dominasi representasi aktor negara, khususnya Presiden dan Menteri, melalui strategi nominasi dan individualisasi yang menempatkan mereka sebagai penggerak utama transformasi pendidikan. Sebaliknya, aktor pendidikan seperti guru dan murid lebih sering direpresentasikan sebagai kelompok kolektif melalui strategi pasivasi dan asimilasi, sehingga peran dan agensi mereka dalam proses pendidikan menjadi kurang terlihat. Selain itu, penggunaan angka dan statistik dalam teks berfungsi sebagai strategi legitimasi kebijakan yang menonjolkan capaian kuantitatif program digitalisasi pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa wacana digitalisasi pendidikan dalam media tidak hanya menyampaikan informasi kebijakan, tetapi juga membangun konstruksi ideologis mengenai peran negara dan teknologi dalam sistem pendidikan. 
ANALISIS RAGAM TUTURAN ANAK DI KOMUNITAS LAPAK BACA RUMAH KOCLAK CIAMIS Herdiana, H. R; Andi Mulyadi, U.; Ferdiana Noer, Syahrul
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24045

Abstract

Penggunaan bahasa pada anak mencerminkan perkembangan kemampuan linguistik, sosial, dan pragmatik mereka. Anak-anak cenderung menggunakan ragam bahasa yang berbeda sesuai dengan situasi dan lawan tutur, terutama ragam santai dan ragam resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tuturan anak di Komunitas Lapak Baca Rumah Koclak Ciamis serta menganalisis kemampuan anak dalam menyesuaikan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan penyuluhan berlangsung. Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5–13 tahun yang aktif mengikuti kegiatan literasi di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa santai lebih dominan digunakan anak dalam interaksi dengan teman sebaya, ditandai dengan penggunaan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan intonasi ekspresif. Sementara itu, ragam bahasa resmi muncul ketika anak berinteraksi dengan relawan atau orang dewasa dalam situasi yang lebih terstruktur. Selain itu, ditemukan fenomena alih kode dan campur kode yang menunjukkan proses perkembangan bahasa anak yang masih berlangsung. Keberadaan lingkungan literasi terbukti berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kesadaran berbahasa serta kemampuan menyesuaikan ragam tuturan sesuai konteks sosial.