Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Tingkat Kejadian Preeklampsia Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Setiawan, Budi; Sudiadnyani, Ni Putu; Anggunan, Anggunan; Syariff, Fonda Octarianingsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21404

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius dan masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir di dunia, termasuk di Indonesia. Sindrom ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dengan tanda hipertensi dan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2022–2024, khususnya pada kelompok usia ibu lanjut. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 69 ibu hamil trimester kedua atau ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal (ANC) dan bersalin di rumah sakit tersebut. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk menguji hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil berusia 35 tahun memiliki risiko preeklampsia lebih tinggi secara signifikan dibandingkan usia 22–35 tahun, dengan odds ratio (OR) 4,103 (p=0,014). Sebanyak 78,0% ibu hamil 35 tahun mengalami preeklampsia, sementara pada kelompok usia lebih muda hanya 46,4%. Hasil ini mengonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok usia berisiko tinggi diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dan komplikasi preeklampsia.