Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN STRES PENGASUHAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME Fazdin, Falhan Muhamad; Pramesti, Woro; Putri, Asri Mutira; Anggunan, Anggunan
Syntax Idea Vol 2 No 9 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i9.564

Abstract

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami penyimpangan, ketunaan dari rata-rata anak normal lainnya dalam segi kesehatan mental, kemampuan sensorik, fisik dan neuromuskular, perilaku sosial, emosional, komunikasi atau gabungan dari hal-hal tersebut. Salah satu bentuk kelainan dari anak berkebutuhan khusus tersebut adalah autisme. Secara etimologis kata "autis" berasal dari kata "auto" yang berarti diri sendiri, Autisme diartikan sebagai suatu sifat yang hanya tertarik pada dunianya sendiri. Perilakunya timbul semata-mata karena dorongan dari dalam dirinya. Stres pengasuhan merupakan kondisi atau perasaan yang dialami saat orang tua memahami bahwa tuntutan terkait dengan parenting melebihi sumber pribadi dan sosial yang tersedia untuk memenuhi tuntutan tersebut. Orang tua yang mempunyai anak autis dapat memicu stres pada dirinya karena anak autis memiliki banyak keterbatasan. Beberapa penelitian menyebutkan orang tua yang memiliki pengetahuan yang tinggi tentang autis dapat menurunkan dampak negatif dan stres. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan stres pengasuhan orang tua dari anak autis. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian yaitu orang tua anak autis di SLB Bandar Lampung sebanyak 31 orang. Pengetahuan tentang autisme pada orang tua diukur dengan skala pengetahuan dan tingkat stres diukur dengan Parenting Stress Index-Short Form. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yaitu uji korelasi Rank Spearman-Rho. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua dari anak autis memiliki tingkat stres sedang (71,0%) dan pengetahuan tinggi (51,6%). Hasil uji Rank Spearman-Rho didapatkan nilai r= -0,140 dan nilai P= 0,454. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stres pengasuhan orang tua dari anak autis
HUBUNGAN MORFOLOGI KLINIS DENGAN DIAGNOSIS SITOPATOLOGI METODE FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB) PADA PASIEN LIMFADENITIS TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT ABDUL MOELOEK Sahara, Nita; Anggunan, Anggunan; Marciano, Romi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.10219

Abstract

Abstrak: Hubungan Morfologi Klinis dengan Diagnosis Sitopatologi Metode Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) pada Pasien Limfadenitis Tuberkulosis di Rumah Sakit Abdul Moeloek. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang paling sering menyerang jaringan paru, tuberculosis disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, Indonesia menempati urutan ke-3 insidensi tuberkulosis terbanyak di dunia dengan jumlah penderita sekitar 845.000 orang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan morfologi klinis dengan diagnosis sitopatologi metode FNAB pada pasien Limfadenitis TB di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan analitik observasional komparatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 di laboratorium patologi anatomi di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan subjek penelitian data sekunder berupa rekam medis dan ekspertise patologi anatomi pasien limfadenitis tuberculosis. Sampel yang diambil yaitu sebanyak 56 responden. Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa 1). Tidak adanya hubungan antara morfologi klinis jumlah massa dengan gambaran sitopatologi; 2). Terdapat korelasi antara morfologi klinis ukuran massa dengan gambaran sitopatologi; dan 3). Tidak adanya hubungan antara morfologi klinis predileksi massa dengan gambaran sitopatologi metode FNAB pada pasien limfadenitis TB di RSAM.
Effects of Stunting on the Decreased Cardiorespiratory Fitness of Children Aged 9 to 11 Years in Bandar Lampung, Indonesia Nurmalasari, Yesi; Anggunan, Anggunan; Putri, Devita Febriani; Siagian, Ellys Tahnia
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i2.1900

Abstract

Introduction: The impact of low cardiorespiratory fitness levels can increase cardiovascular disease and other degenerative diseases. Children with stunting need attention to cardiorespiratory fitness levels. Purpose: This study aims to determine the effect of stunting on cardiorespiratory fitness in children aged 9-11 years. Methods: This type of research is observational analytic with a cross-sectional design. The sample of this study was 77 elementary school children who were taken using consecutive sampling techniques. Measurement of the research variable cardiorespiratory fitness level using the modified Harvard step test and the stunting variable measured using the child's Body Length/Height measurement index, stunting if the measurement is at the threshold of -3SD to < -2SD. Data were analyzed by the Spearman test. Results: A total of 77 children were found to be stunted, with a cardiorespiratory fitness level of 92.3% and a poor level of 7.7%. Meanwhile, children in the non-stunting category had 23.7% less cardiorespiratory fitness and no poor fitness. The analysis results show a relationship between stunting and cardiorespiratory fitness in children (p=0.000), which is a very strong relationship (r=0.917). Conclusion: Stunting in children has a chronic effect on cardiorespiratory fitness. It is necessary to improve cardiorespiratory fitness in children with measurable physical exercise and improved micronutrients to prevent early impact on adulthood.   Latar Belakang: Dampak tingkat kebugaran kardiorespirasi yang rendah dapat meningkatkan penyakit kardiovaskular dan penyakit degenerative lain. Anak dengan stunting perlu mendapatkan perhatian tingkat kebugaran kardiorespirasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek stunting dengan kebugaran kardiorespirasi pada anak usia 9-11 tahun. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Sample penelitian ini adalah anak SD berjumlah 77 orang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran variabel penelitian tingkat kebugaran kardiorespirasi mengunakan Harvard step test yang dimodifikasi dan variabel stunting diukur menggunakan indeks pengukuran PB/ TB anak, stunting jika pengukuran berada pada ambang batas -3SD sd < -2SD. Data dianalisis dengan uji Spearman. Hasil: Partisipan total 77 anak menemukan dengan kategori stunting yang mengalami kebugaran kardiorespirasi level kurang 92,3% dan level buruk 7,7%. Sedangkan, anak kategori tidak stunting terdapat anak dengan kebugaran kardiorespirasi kurang 23,7% dan kebugaran buruk tidak ditemukan. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan stunting dengan kebugaran kardiorepirasi pada anak (p=0,000) dengan hubungan sangat kuat (r=0,917). Simpulan: Stunting pada anak memberikan pengaruh yang kronis pada kebugaran kardiorespirasi. Perlu meningkatkan tingkat kebugaran kardiorespirasi pada anak dengan latihan fisik yang terukur maupun peningkatan gizi mikro untuk mencegah sejak dini dampak pada masa dewasa.
Pengaruh Edukasi Kesehatan dengan Media Video tentang Cuci Tangan terhadap Pengetahuan Anak untuk Cegah Covid di SDN 3 Tempuran 12B Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 Mevia, Dila Artha; Triswanti, Nia; Anggunan, Anggunan; Farich, Achmad
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.5092

Abstract

Background: Covid-19 is transmitted through droplets (splashes) when talking, coughing and sneezing from people infected with the Coronavirus. In addition, this disease can also be transmitted through physical contact (touch or handshake) with sufferers and touching the face, mouth and nose by hands that are exposed to the Coronavirus. Clean living behavior (PHBS) is one of the prevention of Covid-19, for example, washing hands with soap. Research Methods: Analytical Survey using a cross-sectional approach with 34 samples according to the research criteria. Data collection was carried out in July 2023. This research was conducted at SDN 3 Tempuran, Trimurjo District, Central Lampung Regency, Lampung Province, with data analysis using SPSS 26. Research results: There were 34 samples of research respondents, the highest was in the 11 year age group, namely 12 respondents (35.3%) with an average of 10.21, it was known that there were more women, namely 19 respondents (55.9%). Then the class of respondents was divided into grades 4.5 and 6 and most were found in Grade 6 students, namely 14 respondents (41.2%). The majority of children's knowledge distribution before being given education is low knowledge in 21 respondents (61.8%). While the distribution of children's knowledge after being given education was the majority in high knowledge in 21 respondents (61.8%). The p-value was obtained 0.000 (p-value <0.005). Conclusion: there is the influence of video media on the level of knowledge of handwashing with soap in preventing COVID-19..
Gambaran Karakteristik Dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru Fase Pengobatan Baru Dan Lanjutan Di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung AM, Farchan Auliya; Ladyani, Festi; Anggunan, Anggunan; Sinaga, Fransisca T Y
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16725

Abstract

Kasus Tuberkulosis paru di Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 sebanyak 436. Status gizi dan tuberkulosis memiliki hubungan yang erat. Hubungan antara tuberkulosis paru dan status gizi bersifat dua arah, penderita tuberculosis paru BTA positif dapat menyebabkan penurunan berat badan dan berat badan kurus merupakan faktor resiko tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik dan status gizi pasien tuberkulosis paru fase pengobatan baru dan lanjutan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung sejumlah 250 orang. Diketahui distribusi frekuensi responden dengan status gizi buruk yaitu sebanyak 134 responden (53,6%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan fase pengobatan intensif yaitu sebanyak 132 responden (52,8%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan penyakit komorbid sebanyak 52 responden (20,8%). Sebagian besar penderita tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung memiliki status gizi buruk dan dalam fase pengobatan intensif.
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Derajat Aktivitas Penyakit (DAS28) Rheumatoid Arthritis Di Rumah Sakit Abdoel Moloek Tajallaika AP, Haidar Nahda; Kristiastiny, Rina; Anggunan, Anggunan; Kumala, Indra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.17212

Abstract

Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh (Goodnough and Nissenson, 2004) 1 dari 4 pasien RA menderita anemia atau 25 % pasien RA mengalami Anemia. pada penyakit SLE berdasarkan penelitian sebelumnya oleh(Giannouli et al., 2006) , Anemia ditemukan pada 50% pasien, dengan anemia penyakit kronis menjadi bentuk paling umum. Anemia sindrom adalah manifestasi yang sangat umum dari RA yang dapat meningkatkan aktivitas RA dan menurunkannya kualitas hidup pasien. Mengetahui hubungan hemoglobin dengan Derajat aktivitas rheumatoid arthritis pada pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain studi Cross Sectional, dan instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan rekam medis . Pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling dengan dengan total sampel 53 responden. Berdasarkan hasil pada penelitian dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin (p=0,000 < 0,05) dengan derajat aktivitas penyakit (DAS28) pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moloek 2023.Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin, dengan derajat aktivitas penyakit (DAS28) pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moloek.
Potensiasi Madu Trigona Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri (Staphylococcus aureus) Penyebab Furunkel Dan Karbunkel Pratiwi, Shifa Meilan; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20381

Abstract

Furunkel dan karbunkel adalah infeksi kulit yang terjadi pada folikel rambut, dan diakibatkan bakteri Staphylococcus aureus. Pemakaian antibiotik yang berlebih telah menyebabkan meningkatnya resistensi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami untuk mengurangi efek samping penggunaan antibiotik jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektivan madu Trigona sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang menyebabkan furunkel dan karbunkel. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang membagi madu dalam tiga konsentrasi (20%, 50%, dan 80%) untuk menguji zona hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (mupirocin krim 2%) memiliki rata-rata zona hambat terbesar (19,15 mm), sementara kontrol negatif (Aquadest) tidak menunjukkan adanya zona hambat. Konsentrasi madu 20% memiliki zona hambat terkecil (2,47 mm), sedangkan konsentrasi madu 50% dan 80% menunjukkan zona hambat yang lebih besar, masing-masing 7,6 mm dan 9,17 mm. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis diperoleh p 0,01 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel independen (konsentrasi madu) dan variabel dependen (zona hambat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu Trigona mempunyai kemampuan sebagai zat antibakteri yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan kemanjuran yang semakin tinggi seiring bertambahnya konsentrasi madu.
Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Folikulitis Dengan Metode Difusi Sari, Ade Clara Nurfitri Permata; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Arivo, Debi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.20622

Abstract

Folikulitis merupakan salah satu bentuk dari pioderma yang terdapat pada folikel rambut. Folikulitis dapat disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan folikulitis yaitu S. aureus. Tatalaksana dalam mengatasi penyakit ini yaitu dengan menggunakan antibiotik. Tetapi akibat dari penyalahgunaan serta pemakaian antibiotik berlebih, terjadi peningkatan prevalensi resistensi antibiotik. Berdasarkan dengan kondisi tersebut, perlu untuk dilakukan pencarian alternatif antibiotika lain, yaitu menggunakan zat aktif dari tumbuhan herbal, salah satunya adalah kunyit (C. longa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak rimpang kunyit (C. longa) sebagai antibakteri dalam pertumbuhan bakteri S. aureus penyebab penyakit folikulitis berdasarkan zona hambat yang terbentuk. Studi ini memakai metode eksperimental laboratorik untuk mengkaji pengaruh ekstrak rimpang kunyit terhadap ukuran diameter zona hambat bakteri S. aureus. Hasil studi memperoleh jika kontrol positif (clindamycin) mempunyai rerata zona hambat terbesar, yaitu 19,3 mm, yang menunjukkan efektivitas antibakteri yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus. Kontrol negatif (DMSO) tak menimbulkan zona hambat. Ekstrak rimpang kunyit 30% mempunyai  rerata zona hambat 7,4 mm, sementara itu, ekstrak rimpang kunyit 75% dengan rerata zona hambat 8,6 mm, dan ekstrak rimpang kunyit 100% menunjukkan efektivitas antibakteri lebih tinggi dengan rerata zona hambat 9,6 mm. Uji One-Way ANOVA diperoleh nilai < 0,01 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan antar kelompok uji. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika ekstrak rimpang kunyit konsentrasi (30%, 75%, 100%) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat S. aureus, dengan meningkatnya konsentrasi sejalan dengan bertambahnya ukuran zona hambat.
Hubungan Regulasi Diri Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kesiapan Belajar Mandiri Pada Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Utama, M. Panca Bio; Anggraini, Marissa; Anggunan, Anggunan; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15058

Abstract

Salah satu metode pembelajaran yang penting dari strategi student centered adalah Self-Direct Learning (SDL) atau yang dikenal sebagai belajar mandiri, dimana regulasi diri dan dukungan orang tua merupakan faktor yang memiliki peran terhadap kesiapan belajar mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan regulasi diri dan dukungan orang tua terhadap kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 175 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 130 mahasiswa yang sudah dipilih melalui metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan uji statistic menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara regulasi diri dan dukungan orang tua terhadap kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK SENAM DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU RUMAH TANGGA YANG DIDIAGNOSIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS CARENANG KABUPATEN SERANG Ladyani, Festy; Anggunan, Anggunan; Rival, Adrian; Zulkifli, Dede Rifki
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14342

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang merupakan masalah di Indonesia. Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang dinyatakan mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normaL. Bagi penderita hipertensi, olahraga dapat membantu sehingga tidak perlu mengonsumsi obat penurun tekanan darah, salah satu olahraga atau aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah senam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh aktivitas fisik senam dengan tekanan darah pada ibu rumah tangga yang didiagnosis hipertensi di Puskesmas Carenang Kabupaten Serang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 32 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Diketahui Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum aktivitas fisik senam adalah 157.50 mmHg dan 82.81 mmHg. Sesaat setelah senam didapatkan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat menjadi 190.63 mmHg dan  93.44 mmHg. 20 menit sesudah senam mengalami penurunan  kembali menjadi 156.00 mmHg dan 81.25 mmHg.