Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengetahuan Orang Tua Mengenai Asupan Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia (24-59 Bulan) Di Wilayah Kerja Puskesmas Rengasdengklok Hakim, Nazwa Agrilussana; Sudiadnyani, Ni Putu; Rafie, Rakhmi; Hermawan, Dessy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19811

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar WHO. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor krusial, salah satunya adalah kurangnya pemahaman orang tua, khususnya ibu terhadap pentingnya asupan gizi makro. Pengetahuan yang kurang terhadap gizi makro pada masa pertumbuhan dapat berdampak serius terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, serta perkembangan kognitif anak. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua mengenai asupan gizi makro dengan kejadian stunting pada anak usia (24–59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain Cross Sectional, menggunakan teknik Total Sampling dan kuesioner sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 responden, sebanyak 57 anak (87,7%) mengalami stunting, sementara 53 responden (81,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai asupan gizi makro. Analisis statistik menunjukkan adanya keterkaitan dengan hasil analisis signifikansi (p-value) sebesar 0,033 (p < 0,05) dan Terdapat korelasi koefisien positif sebesar (Odd Ratio) 6.12. Rendahnya tingkat pengetahuan orang tua mengenai asupan gizi makro berkontribusi terhadap tingginya angka stunting pada wilayah kerja puskesmas Rengasdengklok Kabupaten Jawa Barat, sehingga diperlukan edukasi gizi yang lebih intensif sebagai langkah pencegahan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Tingkat Kejadian Preeklampsia Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Setiawan, Budi; Sudiadnyani, Ni Putu; Anggunan, Anggunan; Syariff, Fonda Octarianingsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21404

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius dan masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir di dunia, termasuk di Indonesia. Sindrom ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dengan tanda hipertensi dan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2022–2024, khususnya pada kelompok usia ibu lanjut. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 69 ibu hamil trimester kedua atau ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal (ANC) dan bersalin di rumah sakit tersebut. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk menguji hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil berusia 35 tahun memiliki risiko preeklampsia lebih tinggi secara signifikan dibandingkan usia 22–35 tahun, dengan odds ratio (OR) 4,103 (p=0,014). Sebanyak 78,0% ibu hamil 35 tahun mengalami preeklampsia, sementara pada kelompok usia lebih muda hanya 46,4%. Hasil ini mengonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok usia berisiko tinggi diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dan komplikasi preeklampsia.