Akmaliyah, Gilda Rafa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA GRICE DAN IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN MAK BETI EPISODE ‘YOK SHOLAT YOK’: STUDI PRAGMATIK Akmaliyah, Gilda Rafa; Ramadhani, Mutiara; Wulandary, Lutfiyya Eka Putry Kusuma; Mintowati, Maria
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim dalam Prinsip Kerja Sama Grice serta implikatur yang muncul dalam percakapan pada video Mak Beti episode “Yok Sholat Yok”. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap fungsi humor dan pesan moral yang dibangun melalui pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa tuturan para tokoh dalam video yang ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Analisis dilakukan melalui tahapan penyaringan data, pemaparan data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan teori kerangka Grice. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelanggaran maksim yang paling dominan adalah maksim kualitas, yang ditandai dengan penggunaan alasan tidak jujur yang digunakan para tokoh untuk menutupi maksud sebenarnya. Pelanggaran maksim kuantitas ditemukan pada tuturan yang memberikan informasi berlebihan. Pelanggaran maksim relevansi muncul melalui jawaban yang tidak sesuai topik, sedangkan pelanggaran maksim cara tampak pada tuturan ambigu, tidak langsung, dan bersifat hiperbolis. Setiap pelanggaran menghasilkan implikatur nonkonvensional yang memunculkan makna tersirat bedasarkan konteks. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim dalam episode ini tidak hanya berfungsi untuk membangun humor, tetapi juga menyampaikan kritik sosial mengenai perilaku masyarakat dalam konteks religius dan sosial sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dalam konteks komunikasi digital dan menunjukkan bagaimana humor dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral dalam  budaya populer.