Suyahni, Noptalia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Suyahni, Noptalia; Ambarwati, Ambarwati; Widyaningsih, Heriyanti; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.240

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 mempunyai beberapa faktor resiko seperti usia, aktivitas fisik, gaya hidup yang memengaruhi kondisi psikologis pasien, seperti munculnya kecemasan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan Penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan terapi SEFT dalam menurunkan kecemasan pada pasien DM tipe 2. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Sampel berjumlah 16 pasien DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diterapkan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) selama 3 hari berturut turut dengan durasi 15 -25 menit. Presentase tingkat kecemasan sebelum diberikan mengalami kecemasan berat (87,5%), dan lainnya mengalami kecemasan berat sekali (12,5%), setelah diberikan tindakan presentase kecemasan sedang menjadi (56,3%) dan kecemasan ringan menjadi (43,8%). Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien DM tipe 2.Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, yang ditunjukkan oleh perubahan tingkat kecemasan dari sebagian besar mengalami kecemasan berat dan sangat berat menjadi kecemasan sedang dan ringan setelah intervensi selama tiga hari berturut-turut.