Pendahuluan: Kesehatan jiwa mahasiswa merupakan aspek penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk burnout akademik. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, kompetensi yang ketat, serta beban perkuliahan yang intens, sehingga berpotensi memicu burnout dan berdampak pada kesehatan jiwa mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 95 mahasiswa angkatan 2022 dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrument yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout akademik dan Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) untuk menilai kesehatan jiwa. Analisis data menggunakan uji korelasi Gamma dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,6% mahasiswa mengalami burnout akademik rendah, sementara 47,4% mengalami burnout akademik tinggi. Sebanyak 67,4% mahasiswa menunjukkan indikasi gangguan mental emosional. Uji Gamma menghasilkan p-value 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,793, menunjukkan hubungan yang signifikan dan kuat antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara burnout akademik dengan kesehatan jiwa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, di mana peningkatan burnout akademik berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan jiwa.