Science education in Indonesia still faces challenges in developing students’ application skills, as shown by PISA 2022 where only 22% of Indonesian students reached the applicative level, below the OECD average of 49%. This study aims to examine the effectiveness of integrating Problem Based Learning (PBL) and Experiential Learning (EL) in improving students’ application skills in the excretory system topic. A quasi-experimental One Group Pretest–Posttest design was applied to eighth-grade students at a junior high school in West Java during the 2025/2026 academic year. Research instruments included application skill tests, observation sheets to assess fidelity of implementation, and student response questionnaires. Data were analyzed using N-Gain scores and descriptive statistics. The results indicated a significant improvement in application skills with an average N-Gain score in the medium category. Observation results showed high fidelity of implementation, while student responses revealed positive perceptions of the integrated model, emphasizing its contextual and relevant nature. Abstrak. Pendidikan sains di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan aplikatif siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022 yang menempatkan hanya 22% siswa Indonesia pada level aplikatif, di bawah rata-rata OECD sebesar 49%. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi Problem Based Learning (PBL) dan Experiential Learning (EL) dalam meningkatkan keterampilan aplikatif siswa pada materi sistem ekskresi. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan siswa kelas VIII di salah satu sekolah menengah pertama di Jawa Barat tahun ajaran 2025/2026. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan aplikatif, lembar observasi fidelitas implementasi, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan menggunakan skor N-Gain dan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan aplikatif dengan rata-rata skor N-Gain kategori sedang. Observasi mengindikasikan fidelitas implementasi tinggi, sedangkan respon siswa menunjukkan persepsi positif terhadap model yang dinilai kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.