Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening Digital Literacy and Branding In The MSME and Disability Community In Cimareme Village Salma, Anisa; Nizami, Lulu Ulfa; Mote, Anton; Jaya, Rama Chandra; Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Gunawan, Syam; Wiryany, Detya
Inaba of Community Services Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Number 2, December 2025
Publisher : Universitas INABA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/inacos.v4i2.533

Abstract

This community service program aims to strengthen the digital communication, marketing, and microfinance management skills of MSME actors and people with disabilities in Cimareme Village, West Bandung. Although digital technology offers wide opportunities for business development, local entrepreneurs particularly the VirageAwie community still face limitations in digital literacy, branding, public communication, and simple financial recording. Using a Focus Group Discussion (FGD) method with a participatory approach, the program identified partners’ needs and designed thematic training covering digital marketing strategies, branding and public speaking, and digital market access. All sessions utilized experiential learning to promote hands-on practice in creating digital promotional content, delivering product presentations. The program also assisted in developing the VirageAwie website as a digital branding tool to expand market reach. The results show improvements in participants’ understanding of digital communication strategies, confidence in marketing interactions, ability to utilize social media. This empowerment initiative demonstrates the effectiveness of participatory communication and practical training in enhancing the independence and competitiveness of local entrepreneurs. Follow-up programs are recommended to ensure sustainable development, including SEO optimization, cross-cultural communication.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sengkol melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Pengelolaan Limbah Organik Berkelanjutan Sari, Shintya; Rahmat, M. Aprian; Idiantini, Aminati; Salma, Anisa; Nabilah, Loventnia Midy Nisrina; Ningrum, Nunda Widia; Wibowo, Asep; Anwariyah , Sofiyatil; Januarta, M. Hendri; Gunawan, M. Yayan; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14609

Abstract

Pengelolaan limbah organik yang tidak optimal masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Limbah rumah tangga dan pertanian yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga juga belum dimaksimalkan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui implementasi solusi terpadu berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengelolaan limbah organik sekaligus optimalisasi lahan pekarangan melalui penanaman sayuran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya maggot dan pembuatan pupuk kasgot, serta distribusi bibit sayuran (cabai, tomat, dan terong) yang melibatkan 27 ibu rumah tangga sebagai peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik berkelanjutan. Budidaya maggot BSF terbukti efektif mereduksi volume limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan biomassa maggot sebagai pakan ternak alternatif dan pupuk kasgot yang diaplikasikan pada tanaman pekarangan. Integrasi antara pengelolaan limbah dan budidaya sayuran menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sepanjang program menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi dan pengetahuan. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan penguatan kelembagaan lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan limbah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.