Abstrak: Sistem hidroponik menjadi solusi strategis dalam mengembangkan pertanian urban di perkotaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra ekonomi kreatif melalui teknologi Smart hidroponik yaitu PLTS dan Internet of Things (IoT). Hard skill yang diperoleh mitra meliputi kemampuan analisis kebutuhan energi, instalasi dan perawatan PLTS skala kecil, integrasi sistem tenaga surya dengan hidroponik berbasis IoT, serta pemeliharaan berkala untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan pertanian modern. Metode tahapan terdiri dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Mitra Saintis Farm merupakan kelompok tani hidroponik berjumlah 10 orang dengan 4 instalasi hidroponik yang mengandalkan energi listrik konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi relatif tinggi dengan budidaya terbatas (800 lubang tanam) dan masa panen 40–50 hari. Evaluasi efisiensi penggunaan energi listrik dilakukan dengan metode perbandingan konsumsi listrik konvensional sebelum dan sesudah penerapan sistem PLTS. Implementasi teknologi memberikan pengaruh dalam peningkatan produksi dan efisiensi pengurangan penggunaan listrik sebesar 28%. Kegiatan ini juga meningkatkan manajemen mitra dengan diversifikasi tanaman hidroponik menjadi pakcoy, daun mint dan seledri. Abstract: The hydroponic system is a strategic solution in developing urban agriculture in urban areas. This activity aims to improve the welfare of creative economy partners through Smart hydroponic technology, namely solar power plants (PLTS) and the Internet of Things (IoT). The hard skills obtained by partners include the ability to analyze energy needs, install and maintain small-scale solar power plants (PLTS), integrate solar power systems with IoT-based hydroponics, and regular maintenance to maintain the efficiency and sustainability of modern agriculture. The stage method consists of pre-activity, implementation, and evaluation. Saintis Farm partners are a hydroponic farmer group of 10 people with 4 hydroponic installations that rely on conventional electricity. This condition causes relatively high production costs with limited cultivation (800 planting holes) and a harvest period of 40–50 days. Evaluation of the efficiency of electricity use was carried out by comparing conventional electricity consumption before and after the implementation of the PLTS system. The implementation of technology has an impact on increasing production and reducing electricity use efficiency by 28%. This activity also improves partner management by diversifying hydroponic crops into pak choy, mint leaves, and celery.