Eris, Igor Aviezena
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DIGITAL POTENSI WILAYAH DESA Prasetiyo, Prasetiyo; Eris, Igor Aviezena
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37275

Abstract

Abstrak: Era Revolusi Industri 5.0 menuntut transformasi digital hingga tingkat desa, namun desa mitra di Kabupaten Banyuwangi masih terkendala dalam inventarisasi potensi wilayah akibat keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan GPS untuk penyusunan peta digital potensi wilayah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 10 peserta, terdiri atas kepala dusun, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan akuisisi data lapangan berbasis smartphone, serta pengolahan data menggunakan QGIS dengan pendampingan intensif. Sistem evaluasi dilakukan melalui validasi produk peta mandiri serta observasi peningkatan kompetensi teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas peserta dalam pemetaan digital. Meskipun evaluasi mengindikasikan adanya tantangan kesenjangan digital di mana peserta usia lanjut membutuhkan adaptasi teknologi lebih lama, program ini berhasil menghasilkan luaran peta digital dan basis data spasial yang valid. Produk tersebut menjadi landasan strategis bagi pemerintah desa dalam merumuskan perencanaan pembangunan berkelanjutan yang berbasis data.Era Revolusi Industri 5.0 mendorong transformasi digital hingga ke level desa, namun Desa Bayu yang berada di Kabupaten Banyuwangi mengalami kendala dalam inventarisasi potensi wilayah secara digital akibat keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis (SIG) dan global positiong system (GPS) untuk menyusun peta digital dalam rangka optimalisasi potensi wilayah. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang mencangkup sosialisasi, pelatihan akuisisi data di lapangan berbasis smartphone, serta pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak open source QGIS. Selain pelatihan secara tatap muka, pendampingan intensif juga dilakukan melalui media digital untuk memastikan keberlanjutan pemahaman peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam hal kemampuan teknis dalam melakukan pemetaan digital. Meskipun hasil dari evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan digital pada peserta usia lanjut yang membutuhkan waktu adaptasi teknolgi yang lebih lama dari peserta usia muda, program ini berhasil menghasilkan luaran berupa peta digital dan database spasial yang valid. Produk dari kegiatan ini mampu menjadi landasan strategis bagi Pemerintah Desa Bayu dalam merumuskan perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutanAbstract: The era of Industrial Revolution 5.0 demands digital transformation down to the village level; however, the partner village in Banyuwangi Regency faces constraints in inventorying regional potential due to limited human resource technical competence. This community service aims to enhance the capacity of village officials in utilizing Geographic Information Systems (GIS) and GPS technology to compile digital maps of regional potential. The implementation method employed a participatory approach involving 10 participants, comprising hamlet heads, village officials, and community leaders. The activities included socialization, smartphone-based field data acquisition training, and data processing using QGIS, supported by intensive mentoring. The evaluation system was conducted through the validation of independently produced maps and observation of technical competence improvement. The results demonstrated a significant increase in participants' capacity regarding digital mapping. Although the evaluation indicated a digital gap challenge where older participants required longer technology adaptation times, the program successfully produced valid digital maps and spatial databases. These products serve as a strategic foundation for the village government in formulating data-driven sustainable development plans.The Industrial Revolution 5.0 era drives digital transformation down to the village level. However, Bayu Village in Banyuwangi Regency faces challenges in inventorying regional potential due to limited technical human resource competencies. This community service aims to enhance the capacity of village officials in Geographic Information System (GIS) and Global Positioning System (GPS) to compile digital maps of regional potency. The applied method employs participatory approach encompassing socialization, field data acquisition trained based on smartphone and spatial data processing using open source QGIS software. In addition to face-to-face training, intensive assistan ce was provided trough digital media to ensure sustainable participant understanding. The results indicate a significant capacity improvement towards technical capability to digitally map the village. Altough the evalation revealed a digital gap challenge among older participants who required longer adaptation times compared with the young age participants, the program sucessfully produces valid digital maps and spatial databases. These producs might be served as strategic foundation for the Bayu Village Government in formulating sustainable village development plans.